Tampilkan postingan dengan label jodoh pasti bertemu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jodoh pasti bertemu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2022

JODOH PASTI BERTEMU (END)

 




Satu bulan telah berlalu hingga perubahan pada diri Zahra sudah benar-benar kentara. Zahra terlihat sudah benar-benar berbeda. Ia tak hanya baik, tapi juga rajin dan pintar memasak. Hari-harinya senantiasa diisi dengan berbagai kegiatan positif dengan perasaan yang riang gembira.

Hingga di suatu hari saat membuka akun facebooknya, Zahra menemukan status yang tak ia duga dan tak pernah ia harapkan sebelumnya. Di dalam status sang ikhwan tertuliskan :

“Mohon doanya kepada semua teman-teman, bahwa saya Insya Allah akan segera melangsungkan pernikahan dengan ukhti Nasya...”

Jleg! Hati Zahra down, kemudian bergetar hebat. Ia benar-benar tak menyangka dan tak siap menerima kenyataan bahwa ternyata ikhwan yang ia dambakan untuk menjadi jodohnya itu akan melangsungkan pernikahan dengan wanita lain, bukan dengan dirinya. Zahra semakin terasa syok karena banyak perubahan yang dia lakukan adalah semata karena termotivasi oleh sang ikhwan dan sangat terkagum dengannya sehingga dia berharap bahwa dengan memantaskan diri maka ia akan layak dan benar-benar dapat bersanding dengan sang ikhwan.

Zahra tak bisa berucap kata lagi. Air matanya tiba-tiba mewakili kata-kata yang tak terucap dengan mengalir perlahan namun semakin deras dari kelopak mata yang ayu. Perlahan wajah Zahra terlihat sedih. Kepala tertunduk. Tangan melingkar pada guling. Kaki bersila. Ledakan tangisan pun tak terelakkan hingga membasahi guling kesayangan.

Di hari itu Zahra mengurung diri seharian di kamar. Kontan saja kedua orang tua Zahra merasa bingung karena seharian Zahra tidak keluar kamar. Bahkan untuk sekedar makan dan minum pun tidak. Padahal biasanya Zahra dikenal sebagai anak yang periang dan rajin. Sang ibu berusaha untuk memahami keadaan sang anak. Ia segera menghampiri kamar putrinya dan mengetuk pintu kamar.

“Zahra, kamu seharian mengurung diri di kamar, Nak. Ada apa?” tanya sang ibu dengan nada penuh was-was. Namun di seberang pintu tak ada jawaban yang terdengar.  “Zahra, ibu masuk kamar ya?” pinta sang ibu.

Setelah beberapa detik tak ada jawaban, sang ibu pun kemudian mencoba membuka pintu kamarnya yang memang tidak dikunci. Sebagai seorang ibu, sang ibu merasakan apa yang sebenarnya sedang terjadi pada putrinya. Naluri keibuannya memberikan pemahaman kepadanya tentang bagaimana keadaan putrinya saat ini.

“Hmmm, pasti kamu sedih karena cinta ya?” hibur sang ibu sambil membelai kepala putri kesayangannya. “Sudahlah sayang, jodoh itu rahasia Allah. Tugas kita hanya sebatas ikhtiar tanpa putus asa. Pada akhirnya, Dialah yang akan menjadi penentu segalanya. Tenanglah anakku, kalau jodoh pasti bertemu. Namanya jodoh pasti tidak akan ke mana-mana, tapi kalau memang tak berjodoh ya pasti ke mana-mana. Barangkali memang dia bukan jodohmu. Insya Allah, Allah telah mempersiapkan jodoh yang lain yang terbaik untukmu” nasihat ibu dengan penuh kasih. “Paling tidak, kan ada manfaat dari yang kamu dapatkan sekarang. Coba lihat kamu sekarang, pakaiannya masya Allah begitu anggun dan syari. Kamu juga jadi pintar masak, jadi lebih rajin ibadah, dan sebagainya. Sudah jangan sedih lagi ya” bujuk sang ibu.

Zahra pun mulai mampu menahan kesedihannya dan menahan air matanya agar tidak mengalir lagi. Tiba-tiba di tengah keheningan antara Zahra dan ibunya, terdengarlah ketukan pintu depan rumah.

Tok... tok... tok...

“Assalamualaikum,” terdengar suara dari seberang pintu. Suara seorang lelaki.

“Nah tuh coba bukakan pintu, siapa tahu dia adalah jodohmu,” goda sang ibu pada putrinya.

“Ih apaan sih Ibu. Ada-ada aja deh,” sahut Zahra dengan nada sedikit cemberut. Sepertinya ia telah menemukan sedikit keceriannya kembali. Zahra pun segera menuju pintu depan untuk membukakan pintu bagi sang tamu. Ternyata dia adalah...

“Selamat pagi, Mbak. Saya sales dari perusahaan Perkasa ingin menawarkan produk kami yang barang kali cocok untuk kebutuhan keluarga Mbak..., produk yang kami tawarkan adalah bla..., bla..., bla...,”

Zahra pun hanya tersenyum kecut.



Rabu, 15 Juni 2022

JODOH PASTI BERTEMU (II)



Zahra merupakan gadis yang cukup aktif di media sosial. Ia sangat akrab dengan berbagai media sosial yang ada. Dengan jiwa sosial yang tinggi dan kegemarannya dalam menjelajah dunia informasi membuat Zahra sangat menggemari dunia maya dan sangat betah berlama-lama menghadap ke laptop kesayangannya sambil bersantai di atas kasur yang bernuansa pink. Untuk menguatkan hati dalam penantian jodohnya, ia searching di Mbah Google dengan keyword ‘jodoh pasti bertemu.’ Di sana Zahra menemukan banyak sekali artikel motivasi dan renungan tentang cinta yang menggugah semangat dalam menanti jodoh.

Akan tetapi di sisi lain terkadang membuatnya semakin galau saat menemukan cerita tentang indahnya saat tiba masanya bertemu dengan jodoh. Katanya jodoh kita sudah ditetapkan saat raga kita sudah mulai ditiupkan ruh ke dalamnya.  Namun siapa dia, di mana dia, sedang apa dia, hingga kapan bisa bertemu adalah masih berupa misteri masa depan. Zahra pun kadang berpikir, kata temannya jodoh itu harus dikejar. Tapi ternyata untuk mendapatkan jodoh itu sama seperti menangkap kupu-kupu. Cukup bersikap tenang dan menawarkan umpan yang manis maka kupu-kupu akan senantiasa datang dan hinggapdengan sendirinya.

Tak puas ia searching di Mbah Google, ia pun menelusuri penggugah motivasi cinta dijejaring sosial. Saat sedang asyik berselancar di dunia maya melalui akun facebook,secara tidak sengaja Zahra menemukan status seorang ikhwan yang ia kenal, status yangsangat indah dan mengena di hatinya.

“Ketika engkau begitu merindukan jodoh yang sangat engkau nantikan hadirnya. Maka rindukanlahdia dalam setiap doamu. Rindukanlah dia dalam setiap sujudmu. Pintalah agar dia selalu berada dijalan-Nya. Pintalah agar dia selalu menjaga hatinya. Pintalah agar kalian dipertemukan dengan segera”.

Zahra tersenyum-senyum sendiri membaca status ikhwan yang ia ketahui bernama Zahdian Basri. Zahra cukup mengenal ikhwan yang satu ini. Zahra tahu bahwa ikhwan itu adalah ikhwan yang dikenal tidak hanya baik, tapi juga pintar dan rupawan. Ikhwan Zahdian bahkan cukup familiar karena dia sering diundang di berbagai acara. Alam bawah sadar Zahra pun menggerakkan kursor laptopnya untuk meng-klik profil ikhwan tersebut. Rupanya di dinding FB ikhwan Zahdian didapati banyak sekali status-status yang sangat menggugah dan luar biasa.

Zahra semakin terkagum dan terpesona. Ia pun terusmengarahkan kursornya untuk terus menggeser ke bawah, membaca setiap status yang pernah dituliskan. Hingga akhirnya petualangan diakhiri dengan niat untuk sering-sering membuka facebook dan mengikuti perkembangan statusnya. Keesokan harinya, Zahra dengan semangat membuka akun facebook. Tentu niat utamanya adalah ingin mengikuti status terbaru dari ikhwan Zahdian. Benar saja, ikhwan Zahdian baru saja membuat status empat menit yang lalu yang bunyinya ...

BERSAMBUNG


Selasa, 14 Juni 2022

JODOH PASTI BERTEMU

JODOH PASTI BERTEMU




 Namanya Zahra. Kulit putih, wajah ayu alami, bulu mata lentik, senyum manis bak gula batu, pipi kemerah-merahan, pesona yang sebenarnya cukup untuk membuat predikat sempurna bagi dirinya. Hanya satu kekurangan, ia belum mendapatkan jodoh di usianya yang ke-25.

Usia bagi sebagian wanita adalah usia yang memang sudah saatnya untuk memulai kehidupan baru bersama pasangan seumur hidup. Zahra adalah gadis yang baik hati dan periang. Ia mudah bersosialisasi dan bergaul dengan siapa pun. Bahkan seringkali ia menjadi teman curhat dan keluh-kesah teman-temannya. Hanya saja, terkadang di dalam hati ia harus memendam rasa ‘jengkel’ jika yang harus dibahas adalah masalah jodoh atau rumah tangga. Misalnya di suatu ketika Zahra sedang asyik ngobrol bersama Nara, Dina, dan Novi saat sedang berkumpul bareng di rumah Novi.

“Eh, tahu nggak, si Widiya sudah menikah loh,” cerita Nara membuka pembicaraan.

“Wah, masa sih? Aku baru dengar ya? Menikah dengan siapa? Kapan?” tanya Dina penasaran.

“Kurang tahu juga sih. Cuma setahu saya dia dulu ikhwan yang aktif di kegiatan rohis di kampus yang sama dengan Widiya, menikahnya tahun lalu” jawab Nara dengan mimik setengah serius.

“Eh, tapi si Mila lebih keren loh. Dia dulu menikah saat semester akhir,” Novi menambahi cerita tentang teman yang lain. Maklum, jika kaum Hawa sudah berkumpul, obrolan tentang orang lain adalah menu perkumpulan yang bisa dibilang wajib.

“Gimana tuh dengan kuliahnya? Apa nggak malah rempong ya? Ngurus syarat kelulusan belum kelar malah harus ngurus suami juga,” tanya Nara penasaran.

“Justru sepertinya bagus loh. Coba bayangkan, justru dengan hadirnya suami di sampingnya, ia sudah tidak perlu galau lagi. Jadi ia bisa fokus kuliah dengan tenang. Lagian kan bisa juga menyelesaikan tugas akhir sambil dibantu suaminya dan dihibur di kala susah, so sweet kan?” bela Dina dengan ekspresi aneh, membayangkan dirinya sendiri. Di tengah-tengah obrolan asyik antara Nara, Novi, dan Dina, Zahra hanya berdiam diri sambil membatin, “Huft, nggak ada bahasan lain apa

Ketika membahas persoalan jodoh, Zahra agak sedikit sensi karena seringkali ia merasa galau perihal jodoh dan menikah. Zahra sudah sangat berharap di usianya yang ke-25 ini ia sudah mendapatkan kejelasan perihal jodohnya. Akan tetapi hingga saat ini, tanda-tanda kehadiran jodoh itu masih belum ada.

Tiba-tiba di tengah kegalauannya, Novi yang datang sambil membawakan hidangan teh hangat memecahkan keheningan Zahra.

“Eh, by the way, aku juga mau ngasih kabar gembira loh buat kalian. Kalian tahu Salman?” cerocos Novi dengan nada riang gembira.

“Emmm..., Salman yang Haji Rofik? Cowok ganteng yang lulusan dari Al-Azhar Mesir itu?” timpal Dina dan Nara beriringan.

“Iya. Kalian tahu nggak? Kemarin dia baru saja melamar aku.” jawab Novi sambil mengepalkan kedua tanganya bersatu di depan dadanya seraya menatap ke atas penuh haru dan keriangan, kemudian ia histeris sendiri. “Cuma belum aku jawab. Menurut kalian, enaknya diterima atau enggak ya?” lanjut Novi sambil bertanya, meminta pendapat teman-temannya. Kali ini dengan nada rendah.

Zahra yang pada obrolan sebelumnya hanya diam, kali ini menyahut sambil mengernyitkan dahi dengan nada bertanya dan penasaran, “Kenapa ya, perempuan itu kalau belum dapat jodoh selalu berharap-harap cemas datangnya jodoh. Tapi giliran jodoh datang justru jual mahal”

Novi pun mencoba memberikan penjelasan kepada teman-temannya. “Karena masalah nikah memang bukan main-main. Kita mempertaruhkan seumur hidup kita. Makanya soal nikah kita harus benar-benar mempunyai pertimbangan yang matang sehingga bisa memberikan keputusan yang tepat dan terbaik. Tapi yang pasti, jodoh itu sudah ditetapkan oleh Allah.

Jodoh pasti akan bertemu. Nah tugas kita adalah ikhtiar untuk menggapai takdir yang memang telah ditetapkan oleh Allah kepada kita, dengan ikhtiar yang sebaik-baiknya,” jawab Novi dengan senyum manis yang khas.

“Jodoh pasti bertemu ya?” gumam Zahra pelan sambil menerawang ke atas, pikirannya kemudian melayang memikirkan suatu hal.


BERSAMBUNG ....

SOAL ULANGAN HARIAN TEMATIK KELAS 1

Kerjakan soal berikut ini! Memuat…