Tampilkan postingan dengan label PGRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PGRI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2022

MENGUAK DAPUR PENERBIT MAYOR

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

MENGUAK DAPUR PENERBIT MAYOR


Pertemuan              : 20

Hari/Tanggal         : Jumat, 01 Juli 2022

Moderator              : Rosminiyati

Narasumber            : Edi S. Mulyanta

Gelombang             : 26

            Memasuki pertemuan ke-2o dimoderatori oleh ibu Rosminiyati. Beliau mengingatkan bahwa di malam pertemuan ke-20 artinya sudah ada 20 karya tulis hasil resume yang sudah cukup untuk dijadikan sebuah buku solo yang nantinya akan menjadi syarat kelulusan kelas Belajar Menulis PGRI.

Bukan berarti materi di pertemuan selanjutnya tidak penting dan menarik untuk dipelajari. Jika dirasa resume belum cukup maka resume di pertemuan selanjutnya, pertemuan ke 21-30 dapat digunakan untuk menyempurnakan naskah buku hasil resume.

            Narasumber malam ini adalah bapak Edi S. Mulyanta, S.SI., M.T. merupakan seorang manager Penerbitan Andi Publisher. Di bidang buku dan tulisan dapat dikatakan bahwa beliau expert pada bidangnya hali ini dapat dilihat dari riwayat pekerjaan sejak tahun 2000 hingga sekarang pekerjaan beliau dekat dengan buku dari menjadi dosen, penerbitan, publishing consultant, founder pasar buku digital. Selain pekerjaan berkaitan buku, beliau pun telah menerbitkan buku dengan berbagai macam judul.

Materi malam ini adalah Menguak Dapur Penerbit Mayor. Sebagai penulis, tentu ingin seluk beluk atau kriteria dari sebuah penerbit. Hal tersebut dapat bermanfaat supaya penulis memenuhi kriteria dan buku yang dikirimkan akan diterbitkan di Penerbit Mayor tersebut.

Menurut narasumber, setiap penerbit mayor mempunyai idealisme masing-masing, sehingga penulis harus memperhitungkan jika mengusulkan usulan buku ke penerbit-penerbit tersebut. Tema buku yang menjadi andalan Toko Buku saat ini adalah tema buku nonteks, seperti buku anak, buku motivasi  dan agama, fiksi, hingga buku masak yang masih nangkring di 10 besar data buku terlaris di setiap toko buku di Indonesia.

            Nah buku apa saja yang dapat dijadikan usulan ke penerbit mayor? Naskah buku yang dibuat untuk diterbitkan sebaiknya mengikuti aturan pemerintah yang paling baru.


Menurut narasumber, tulislah yang paling mampu dikuasai.

Buku teks pelajaran

Buku teks pelajaran dapat ditulis secara perorangan maupun kelompok. Berisi buku pengetahuan untuk bidang ilmu atau mata pelajaran tertentu dan diperuntukkan bagi peserta didik pada suatu jenjang pendidikan tertentu atau sebagai bahan pegangan mengajar guru baik sebagai buku teks utama maupun sebagai buku teks pendamping sebagai pelengkap

Non teks (pengayaan, referensi, panduan)

Modul adalah materi pelajaran yang disusun dan disajikan secara rinci dan lengkap utuh serta sistematis sedemikian rupa sehingga pembacanya diharapkan secara mandiri dapat menyerap materi tersebut

Diktat adalah ringkasan suatu mata pelajaran atau bidang studi yang dipersiapkan guru untuk mempermudah atau memperkaya materi mata pelajaran ke bidang studi yang disampaikan oleh guru dalam proses kegiatan belajar mengajar

Buku umum

Fiksi karya seni berupa karya sastra yang meliputi novel kumpulan cerpen kumpulan puisi cerita bergambar ataupun naskah drama atau teater atau film yang dibuat dalam bentuk buku yang diterbitkan ber-ISBN

Buku dengan Omzet terbesar adalah buku teks pelajaran utama, karena pasarnya sangat besar seluruh sekolah di Indonesia. Buku ini melalui proses seleksi dari pemerintah yang cukup ketat. Semua penerbit mempunyai peluang yang sama, akan tetapi penerbit yang misi dan visinya di buku pelajaran biasanya yang lebih siap.

Buku teks pendamping atau modul biasanya mempunyai pasar yang lebih kecil, akan tetapi sangat fleksibel pola pemasarannya. Tidak mustahil buku ini juga mempunyai omzet yang cukup besar juga disalurkan di proyek-proyek. Buku umum pasarnya paling kecil, karena outlet utama adalah di toko buku baik toko buku modern maupun tradisional.

Penerbit adalah lembaga yang mencari profit, dan mempunyai idealisme dalam menerbitkan buku sesuai dengan visi misinya. Penulis dapat mengikuti idealisme penerbit dalam menghasilkan buku yang akan dinikmati oleh pembacanya. Kirimkan usulan penerbitan buku, supaya ide Anda dapat ditangkap penerbit dan disebarluaskan ke pembaca.

Berikut adalah rangkuman tips untuk lolos penerbit mayor yang penulis rangkum dari jawaban pertanyaan yang dilontarkan peserta Belajar Menulis Gelombang 25-26.

  • Otentik, mengikuti kaidah buku ajar (untuk buku pelajaran), mengikuti trend (dapat ditelusur google trend https://trends.google.com/trends/?geo=ID)
  • Berani mengirimkan ke penerbit dengan menggandeng penulis yang sudah memiliki nama.
  • Tulislah buku dengan tema yang menarik, seperti kurikulum baru, merdeka belajar, pelajar Pancasila, Pengembangan Soft Skill untuk anak didik dan lain-lain yang masih up to date.
  • Buku yang trendnya tidak surut adalah buku fiksi (novel dsb dengan muatan lokal) dan buku anak.

Demikian pemaparan materi dan sesi tanya jawab pun berakhir, tak lupa narasumber pun memberikan clossing statemen bahwa masa pandemi yang kelam tetap memberikan setitik cahaya, penerbit-penerbit saat ini berjuang untuk hidup, sehingga calon-calon penulis tidak perlu gundah karena tulisan itu pasti akan berlabuh, jika tekun dan tabah melihat cahaya petunjuk tersebut.

 

 

 

 

Kamis, 23 Juni 2022

ANATOMI BUKU

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

ANATOMI BUKU



Pertemuan  : 16

Hari/tanggal : Rabu, 22 Juni 2022

Moderator  : Arofiah Afifi

Narasumber : Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD.

Gelombang  : 26

      Tepat pukul 19.00 moderator mengunci grup WA Belajar Menulis gelombang 26. Malam ini yang menjadi moderator adalah ibu Arofiah Afifi atau lebih dikenal dengan Ovi. Beliau merupakan alumni kelas Belajar Menulis glombang 24.

      Sedangkan narasumber malam ini adalah ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD. Beliau merupakan alumnus kelas Belajar Menulis gelombang 4. Untuk berkenalan lebih lanjut peserta diminta untuk berkunjung ke blog beliau, www.cikgutere.com di blog tersebut peserta diarahkan pada artikel yang berjudul Tere Tanpa Liye, di sana beliau menampilkan karya buku yang berjudul Bukan Guru Biasa. Berisi tentang arti seorang guru yang hebat dan inspiratif, di antaranya ada guru blogger, youtuber, bahkan guru inovatif dari berbagai daerah di Indonesia, selain itu, ada juga kisah-kisah menarik yang dialami oleh Cikgu Tere sepanjang tahun 2019 dari perjalanan demi perjalanan yang dilakukan.

Puluhan prestasi telah beliau terima. Dari prestasi menjadi guru terbaik, lomba guru MIPA, olimpiade guru, peserta short course ke luar negeri, resume terbaik, blogger inspiratif, kreator artikel terbaik, peraih emas pada kompetisi gurulympics, peraih beasiswa Australia Award, peserta Wardah Inspiring Teacher. Prestasi tersebut diraih sejak tahun 2014 sampai 2021.

Tanpa berlama-lama, berikut resume dari pemaparan materi terkait Anatomi Buku. Anatomi dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti ilmu yang melukiskan letak dan hubungan bagian-bagian tubuh manusia, binatang, atau tumbuh-tumbuhan.

Kata tersebut lalu dilekatkan pada buku menjadi anatomi buku yang berarti  agian-bagian tubuh yang saling melengkapi satu sama lain sehingga tercipta buku yang utuh. Sebuah buku umumnya terdiri atas sampul, bagian awal (preliminaries), bagian isi (text matter), dan bagian akhir (postliminaries).

1)   Sampul buku memiliki tiga bagian: sampul depan, punggung buku, sampul belakang.

2)     Bagian Awal (Preliminaries), merupakan sejumlah halaman berisi teks, yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

·           Halaman prancis (judul utama saja) hlm. i)

·           Halaman undang-undang hak cipta hlm. ii)

·           Halaman judul utama (judul, subjudul, penulis, editor) hlm. iii)

·           Halaman Katalog dalam terbitan (KDT) (hlm. iv)

·           Persembahan (jika ada) hlm. v)

·           Daftar Isi (hlm. vii)

·           Daftar Gambar (minimal 10 Gambar)

·           Daftar Tabel (minimal 10 Tabel)

·           Pengantar Penerbit (editorial note) (hlm. vii*)

·           Kata pengantar (hlm. ix)

·           Prakata (preface)

3)      Bahan Isi (Text Matter) terletak di antara bahan awal dan bahan akhir. Bahan isi merupakan inti dari sebuah buku terdiri atas:

·           Pendahuluan, untuk mengantar pembaca agar dapat memahami isi buku.

·           Bab dan Sub Bab, dikembangkan dengan panduan 5 W + 1 H

·           Tabel dan Ilustrasi, gunakan ilustrasi yang relevan dan mendukung isi bab / sub bab.

·   Carilah ilustrasi yang tidak mengandung hak cipta. Website penyedia ilustrasi gratis dan tidak mengandung hak cipta, di antaranya : pexels, freepik, pixabay, dll

·     Sitiran/Kutipan, Terdapat dua cara pengutipan pada teks, harus dipilih salah satu dan digunakan secara konsisten, yaitu catatan perut (pengacuan ber- kurung) dan penomoran (footnote dan endnote). Penutup, berisi intisari dan kesimpulan buku. Bahan Isi (Text Matter) Bahan isi terletak di antara bahan awal dan bahan akhir. Bahan isi merupakan inti dari sebuah buku. terdiri atas: Contoh catatan perut: (Wibowo, 2007: 31)

        Contoh footnote

·           Penutup, berisi intisari dan kesimpulan buku.

4)      Bahan Akhir (Postliminaries): meliputi unsur-unsur yang secara berurutan terdiri atas lampiran, glosarium, catatan akhir/endnote, daftar pustaka, dan indeks

·    Glosarium, Memuat daftar kata penting yang terdapat dalam isi buku dan diikuti penjelasannya.

 


Mengenal anatomi buku merupakan suatu pengetahuan yang akan bermanfaat. Sebagai seorang penulis buku, dengan mengetahui anatomi buku, maka kita dapat mengetahui bagian mana dari buku yang harus kita tulis dan bagaimana cara menulisnya. Mengenal dan memahami anatomi sebuah buku akan membawa seorang penulis menjadi lebih dekat dengan bahan bukunya. Oleh karena itu, milikilah kemampuan untuk membedah bagian per bagian dari sebuah buku, niscaya kita akan menjadi seorang penulis buku yang handal.

Menurut narasumber anatomi buku yg disajikan dalam modul (yang beliau siapkan) itu sifatnya ideal. Tidak perlu harus ada semua dalam buku yang akan atau sedang bahkan ditulis atau diterbitkan. Terlebih jika buku fiksi dan kumpulan resume tidak harus memuat semua komponen yang ada dalam anatomi buku.

Dan di akhir resume ini, penulis akan menutup dengan mengutip penutupan di modul yang telah narasumber bagikan. 



Buku yang baik dan menarik adalah buku yang memberi kesan kepada setiap pembaca. Kesan inilah yang juga harus dipahami oleh penulisnya. Jika burger ini enak, maka pasti orang lain akan tertarik membelinya lagi bahkan merekomendasikannya. Demikian juga nasib sebuah buku.

 

Senin, 20 Juni 2022

Menjadi Guru itu Takdir, Menjadi ASN itu Bonus

 






Menjadi guru adalah nasib atau takdir yang harus dijalani. Tak peduli seberapa keras berusaha untuk menjauh dari dunia mengajar, namun takdir selalu membawa kembali ke dunia mengajar. Mengapa disebut kembali ke dunia mengajar? Karena dunia mengajar bukan dunia yang asing bagiku. Dari kakek nenek, orang tua, pakde, bude, paklik, bulik hingga kakak sepupu pun berkecimpung dalam dunia mengajar.

Ketika memantapkan hati menjadi guru, tak terbesit sedikit pun keinginan untuk menjadi ASN. Dari awal niat hati menjadi guru hanya ingin mengajar dan mendidik dengan sebaik dan semampunya. Sama sekali tidak ada keinginan untuk menjadi ASN.

Pertama kali menjatuhkan pilihan untuk bekerja menjadi guru saat tahun 2012 setelah melalui proses wisuda prodi Bahasa Sastra Indonesia dan Bahasa Daerah Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Layaknya wisudawan yang lain, sebelum prosesi wisuda digelar sudah berusaha untuk melamar pekerjaan ke sana ke mari.

Mencoba melamar pekerjaan sebagai guru di beberapa sekolah di malang dan sekitarnya, meskipun diterima di salah satu SMPIT di kota Batu namun aku memantapkan hati untuk datang ke Kota Palangka Raya yang saat itu dijanjikan akan menjadi pengajar dan pendidik di salah satu Sekolah Dasar di kota Palangka Raya dikarenakan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sudah pensiun. Nyatanya sampai guru pensiun tersebut menghembuskan nafas terakhir, aku tak kunjung juga mendapatkan panggilan mengajar.

Meskipun belum mengajar di sekolah aku sedikit memiliki kesibukan di bimbingan belajar primagama Palangka Raya, sambil menunggu status menjadi guru aku bisa menghabiskan waktu menjadi tutor di bimbingan belajar tersebut. Dan benar saja, berkat menjadi tutor itu akhirnya berkenalan dengan salah satu tutor, aku memanggilnya mbak Anggit, yang kemudian mencoba menawarkan untuk melamar di sekolah tempat beliau belajar.

Sabtu, 13 April 2013 aku mengantar surat lamaran ke sekolah dasar yang sudah direkomendasikan mbak Anggit. Tiga hari berikutnya sms masuk ke hp yang isinya meminta untuk hadir ke sekolah tanpa diberitahu bahwa kehadiran tersebut untuk menjalankan tes wawancara dan praktik mengajar.

Setelah melalui rangkaian tes tersebut, keesokan harinya di hari Kamis, 18 April 2012 diminta untuk datang dan langsung stand bye menjadi pengajar wali kelas di kelas 3 dari pukul 06.30-14.00 WIB. Sejak saat itu resmi lah diri ini menyandang status sebagai guru Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Furqan kota Palangka Raya yang menjadi tempat belajar untuk mengajar dan mendidik penerus bangsa.

Selama mengajar di sana, sedikit pun belum pernah terpikirkan untuk mencari sekolah yang lebih baik atau menjadi ASN. Pernah sekali mengikuti tes cpns di Kabupaten Pulang Pisau, dengan tujuan hanya ingin mencari pengalaman. Pengalaman mendaftar hingga mengerjakan soal-soal tes. Namun hanya sampai di pengalaman saja.

Menurutku menjadi ASN itu memikul tanggung jawab besar, dan saat itu aku merasa belum mampu untuk memikul tanggung jawab tersebut. Jiwaku masih jiwa berpetualang dan menginginkan kebebasan. Bahkan setelah menikah lalu dianugerahi putri kembar sekalipun jiwa masih ingin bebas.

Itu sebabnya setiap kali datang waktu penerimaan ASN, aku sama sekali tak tertarik. Bahkan orang tua selalu mendesak untuk melamar, namun lagi-lagi aku hanya menolak dengan beralasan “belum ingin menjadi PNS”

Selama menjadi guru honorer swasta silih berganti melihat teman-teman yang pergi meninggalkan sekolah karena mendapat kesempatan menjadi PNS. Pun masih belum membuatku untuk mengikuti jejak mereka.

Sampai akhirnya, di pertengahan tahun 2021, selepas pelaksanaan PAS semester genap, putri terakhirku menghadap kepada sang pencipta. Saat itu adalah titik terendah sebagai manusia dan sebagai ibu. Hilang semua hasrat yang berhubungan dengan kehidupan dunia. Tidak memiliki keinginan melakukan suatu hal, tidak memiliki keinginan untuk memiliki sesuatu bahkan sekedar nafsu makan pun tidak ada. Meskipun perut perih, namun tetap tidak bisa makan. Hari-hari penuh duka berlalu, sekolah memberikan cuti sampai waktu masuk tahun ajaran baru.

Meskipun mendapat keringan untuk cuti, aku tetap memaksakan diri untuk hadir saat pembagian rapor kenaikan kelas. Begitu pula dengan mengikuti kegiatan rapat dan pelatihan pengembangan kompetensi guru yang diadakan oleh sekolah. Hal tersebut kulakukan supaya tidak merasa jenuh berada di rumah, hanya diam dan menangis. Meski ketika berada di sekolah, beberapa kali tetap tidak bisa membendung air mata.

Tiba lah tahun ajaran baru, proses belajar mengajar pun berlangsung walau masih daring. Meskipun masih berduka tak memiliki keinginan namun aku selalu bersemangat ketika waktu mengajar tiba.

Mengajar ternyata menjadi healing yang ampuh di masa duka. Padahal untuk mengurus anak seperti memandikan, menidurkan, mengajak bermain dan belajar aku tak bisa. Mengurus anak aku tak bisa namun jika datang waktu mengajar aku sangat bergembira. Walaupun saat itu hanya belajar daring.

Setelah kasus pandemi covid varian delta mengalami penurunan, sekolah akhirnya melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Aku tetap bersemangat datang ke sekolah dan mengajar. Namun jika saat pulang, sepanjang jalan pulang dari sekolah sampai rumah, menempuh 11 KM, sepanjang itu pula air mataku deras mengucur hingga membasahi masker. Pasalnya waktu pulang adalah waktu yang membahagiakan karena ketiga peri cantik terutama yang bungsu tidak bisa tidur siang jika bukan ibunya yang menidurkan.

Hari semakin hari ternyata rasanya semakin berat. Berat rasanya setiap pulang selalu mengingat wajah ceria yang menyambut di balik pintu. Tidak hanya itu jarak ke sekolah pun terasa memberatkan. Sampai pada akhirnya terbesit sedikit keinginan untuk berhenti dari SDIT Al-Furqan yang sudah 9 tahun membersamai perjalanan hidupku.

Saat itu, entah mengapa rasanya susah untuk bertahan, bekerja menjadi guru honorer di sekolah swasta memang memikul beban yang berat, hal itu sudah menjadi rahasia umum. Bukan hanya satu atau dua sekolah, bahkan guru-guru satu nusantara pun akan mengakui bahwa menjadi guru di sekolah swasta memiliki beban kerja yang banyak.

Hal itu pula yang tengah aku rasakan, dulu sama sekali tak ada masalah. Sebanyak apapun beban kerja yang diberikan aku ikhlas mengerjakannya karena aku menyadari memang begitulah menjadi guru honorer di swasta.

Namun di pengabdian menuju 9 tahun kala itu ditambah kondisi jiwa yang terluka dan berduka, rasanya sudah tak mampu bertahan lagi. Ke mana aku harus mengajar. Usia sudah tidak muda lagi, mau melamar menjadi guru di sekolah swasta yang lain pasti akan bersaing dengan yang fresh graduate, terlebih jika perempuan sudah menjadi istri dan ibu pasti akan melalui pertimbangan panjang untuk diterima.

Beruntung lah saat itu dibuka pendaftaran tentang penerimaan ASN PPPK guru seluruh Indonesia tahun 2021. Aku pikir mungkin ini bisa menjadi jalanku untuk berhenti dari sekolah yang sekarang. Mendapatkan tempat yang baru, teman baru, suasana yang baru dan bisa sedikit memberikan kenangan baru.

Setelah membuat akun di halaman https://sscasn.bkn.go.id/ pada hari Ahad, 18 Juli 2021 dan menunggu pengumuman seleksi berkas, akhirnya aku dinyatakan lolos dan berhak mengikuti seleksi kompetensi tahap II di hari Jumat, 10 Desember 2021.

Di malam menjelang tes justru hati semakin galau. karena hati sudah bergantung, berharap untuk dapat lolos. Namun di satu sisi harus mempersiapkan diri bahwa ada kemungkinan tidak lolos padahal hati rasanya berat untuk bertahan. Apalagi  lolos dan mendapat formasi PPPK merupakan keinginan pertama kali yang kurasakan setelah mengalami kedukaan yang mendalam.

Sampai akhirnya aku mencoba untuk ikhlas dan pasrah. Aku pasrahkan semuanya kepada pemilik hidup supaya Allah atur mana yang terbaik untuk aku terima dan jalani. Lolos atau pun tidak, sudah tak kupikirkan lagi. Aku hanya perlu menjalani takdirku dengan baik dan bertanggung jawab dengan pilihan yang telah kupilih.

Jumat, 17 Desember 2021 akhirnya pengumuman resmi bisa di akses di laman https://sscasn.bkn.go.id/ selepas sholat subuh mencoba untuk membuka dan di sana didapati keterangan “lolos dan mengisi formasi”.

Alhamdulillah, meskipun ada rasa sedih berpisah dari sekolah dan teman-teman guru yang telah membersamai selama 9 tahun, namun ada rasa bahagia akan mempunyai tempat dan keluarga baru, dan tanggung jawab baru. Dan yang paling penting harus diingat, bahwa di setiap keadaan dan tempat baru ada visi dan misi yang diemban.

 

“Seiring dengan datangnya kekuatan yang besar, datang juga tanggung jawab yang besar”  Ben Parker, Spiderman 2002

 

Sabtu, 18 Juni 2022

BULAN DI ATAS LUKA (II)

 

 


Bulan ingin tampak berbeda saat sang pangeran muncul di hadapannya. Ia pun pergi ke sebuah butik ternama bersama sahabat karib untuk membeli beberapa buah gaun. Di sana dipilihnya gaun-gaun indah yang bisa membuatnya tampak semakin cantik. Setelah selesai memilah dan memilih, bulan mengajak sahabatnya, Feeza untuk istirahat sejenak di cafe yang tak jauh dari butik tersebut.

Kursi-kursi telah penuh terisi oleh sepasang muda-mudi yang masih mengenakan seragam sekolah. Mereka begitu tampak fun, bercengkrama bersama teman, bercanda ria, sepertinya tak terbesit sedikit pun dalam benak mereka bahwa masa remaja hanya sesaat, bukankah sebaiknya dimanfaatkan untuk hal-halyang berguna di kemudian hari. Tapi biarlah namanya juga masih remaja, besok juga ia akan tahu sendiri saat tiba waktunya.

Setelah selesai mengisi panggilan perut dan bercanda ria, akhirnya keduanya memutuskan untuk pulang. Sebelum berpisah Nafeeza sempat menyelipkan sesuatu di tangan bulan. Dilihatnya secarik kertas yang ia terima.

“Hah....undangan pernikahan...???” tanyanya setengah tak percaya. “Jadi kamu,,,akan mendahuluiku?” tambahnya.

Feeza, demikian akrab disapa hanya tersenyum sambil berujar enteng.

“Yeach,,,begitulah....! jodoh telah datang, untuk apa ditunda? Bukankah hal demikian sunnah Nabi? So, lebih cepat, lebih baik..!”

Keduanya tertawa renyah.

“Hmmm..mudah-mudahan sebentar lagi aku bisa menyusulmu sobat..!!” doa Bulan dalam hati sambil terus memandangi undangan biru yang berada di genggamannya. Ia teringat mimpi papanya, ia sangat berharap mudah-mudahan mimpi itu benar adanya dan dalam waktu dekat mimpi itu terealisasikan.

“Pulang yuk....!!!” ajakan Feeza menyentakkan Bulan yang masih memandangi undangan manis itu.

***

“Bulan,,, kenapa belum berangkat sayang?” pertanyaan mama bernada keheranan meluncur begitu saja saat melihat Bulan yang masih sembunyi di balik hangatnya selimut. Selimut bergambar mikcy mouse warna hijau muda segar itu didapatnya pada ultah ke-22. Dari seseorang yang pernah berjanji akan berada di sisinya. Namun kini,,? Oh no..! untuk apa kembali pada masa silam.

“Bulan males Ma...!!” sahutnya dengan agak berat

“Lho mengapa? Feeza itu kan sahabatmu. Kalian sudah lama bersahabat, kebahagiaanmu juga kebahagian Feeza begitu pun sebaliknya. Tapi mengapa di saat seperti ini kau malah mengurung diri dalam kamar? Saat ini Feeza membutuhkanmu, ia ingin saat bahagia kau pun ada di sana”

“Bulan malu Ma....” jawab Bulan dengan berat, beban itu telah membuat badannya merasa tak nyaman, derita batin membuatnya tak enak badan. Suaranya parau seperti akan menangis.

“Bulan malu Ma, karena hanya Bulan sendiri yang belum menikah. Semua teman-teman bulan pasti akan menegejek Bulan” sambungnya

“Sst...Bulan,, tidak baik berpikiran seperti itu. Ingat Feeza pernah berkata, Allah berfirman dalam hadis bahwa Allah itu mengikuti persangkaan hambanya. Jadi kita harus berfikiran positif agar hasilnya pun positif. Siapa tahu dari menghadiri pesta pernikahan ini Allah mempertemukan kamu dengan seseorang yang pantas mendampingimu” kalimat-kalimat itu melesat dengan halusnya dan tepat merasuk dalam lubuk kalbu.

Bulan merasakan energi positif mengalir dalam tubuh melalui aliran darahnya. Wajah muram yang hampir mempengaruhi cuaca itu kini sirna seketika. Badan yang terasa patah-patah karena hati, kini kembali segar tanpa suplemen apa pun. Tanpa dikomando ia langsung membersihkan diri, berdandan secantik mungkin lalu berangkat sambil terus melantunkan do’a agar dalam pernikahan sahabatnya itu, ia bisa menemukan jodohnya.

Terdengar suara genderang merdu berbaur dengan suara-suara para undangan, dilihatnya bunga-bunga cantik yang menghiasi pelaminan bak singgahsana Raja dan Ratu. Di singgahsana itu kini tengah diduduki sepasang Raja dan Ratu yakni Feeza dan suaminya. Butiran bening hampir berloncatan dari pelupuk mata Bulan saat menyaksikan pemandangan tersebut, karena sesungguhnya ia sangat ingin berada di singgahsana seperti itu bersama seseorang yang akan menenmani hidup hingga ajal menjemput.

“Kak Bulan….!!!” Panggil seseorang dari arah samping

“Hai,, Siska!!”

“Masih sendirian saja?” sindir Siska

Bulan melirik sosok di sebelah Siska. Sosok itu ....

BERSAMBUNG....

Jumat, 17 Juni 2022

Bulan di atas Luka

 

Bulan di atas Luka




Pagi itu langit mendung. Burung-burung seolah lebih memilih bercengkrama di sarang bersama keluarga daripada terbang dan meramaikan angkasa. Begitu pun dengan pipit yang enggan mencericit. Suasana itu sama persis dengan hati Bulan yang tengah bersedih, terluka, dan teriris, perih rasanya. Wanita yang berumur 30-an itu tetap diam dan membisu sedari tadi, taman yang nyaman tak berarti apa-apa baginya. Yang dirasakan hanya luka.

Luka yang tersiram cuka, perih!!!!!

Mama yang sedari tadi memperhatikannya tak kuasa membendung air mata yang terus saja bercucuran. Air mata duka seorang ibu yang tak pernahmelihat senyum sang anak sejak beberapa tahun yang lalu.

“Sabar sayang…..pasti akan ada yang lain, ia akan datang dengan cara dan waktu yang indah” hibur wanita yang begitu mengasihinya.

Bulan membenamkan wajah lembab ke dada wanita yang telah melahirkannya, mencari sedikit kehangatan yang tak kunjung datang. Semakin miris saja hati ibu. Pikirannya melayang ke beberapa tahun silam.

 

***

Lahir seorang bayi perempuan mungil yang seminggu kemudian diberi nama Bulan Maharani. Hari-hari terus berlalu, si bayi berubah menjadi gadis kecil mungil lalu menjelma dewasa. Seperti gadis-gadis pada umumnya, dia pun berkeinginan sama dengan teman-temannya yaitu bahagia hidup di dunia. Mempunyai cita-cita yang sama seperti semua wanita pada umumnya, yaitu ingin memiliki pendamping yang akan membahagiakan lahir batinnya.

Keinginan itu semakin menjadi-jadi tiap kali ia melihat satu-persatu teman sebayanya digandeng suami. Setiap saat ia selalu menanti genderang merdu yang akan mengiringi langkahnya menuju bahtera rumah tangga yang bahagia, seperti gadis-gadis lain.  Kedua orang tuanya pun selalu membangkitkan impiannya.

“Anakku,, semalam papa bermimpi bahwa datang seorang pemuda tampan hendak melamarmu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan ada seorang pria yang melamarmu” Ucap sang papa.

Bulan yang mendengar hal itu nampak berbinar-binar, ia tak bisa menyembunyikan mimik kebahagiaannya, ia melompat-lompat kegirangan, persis seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru yang diidam-idamkan. Kedua orang tuanya pun tak dapat menahan perasaan bahagia melihat putri semata wayangnya melompat kegirangan.

 

 

BERSAMBUNG ....

Kamis, 16 Juni 2022

JODOH PASTI BERTEMU (III)

 




.... Benar saja, ikhwan Zahdian baru saja membuat status empat menit yang lalu dengan status :

“Jadi wanita cantik itu tentu saja yang berakhlak dan menutup aurat, karena dari akhlak yang baik akan hadir inner beauty, dari menutup aurat menjadi cerdas karena memilih busana yang menyejukkan jiwa, bukan busana yang memancing nafsu. Tentu busana terbaik bagi seorang muslimah adalah busana syari, yaitu hijab dan/atau jilbab syari.”

Zahra membaca perlahan dan merenungkannnya sejenak. “Jilbab syari?” pikirnya. Zahra pun tahu apa yang harus ia lakukan. Segera ia membrowsing di internet untuk mencari jilbab-jilbab syari yang dijual di toko online. Benar saja Zahra menemukan banyak jilbab syari yang dijual di sana. Tanpa pikir panjang, Zahra segera memesan beberapa pasang untuk ia kenakan dan menggantikan jilbab-jilbab yang sebelumnya mungkin kurang syari.

Mulai hari ini ada yang berbeda dengan penampilan Zahra. Dia terlihat begitu sibuk di depan cermin dan mencoba berdandan dengan jilbab-jilbab syari yang baru. Ia terlihat begitu ceria saat mengenakannya. Orang tua pun dibuat kaget dengan perubahan yang dilakukan Zahra.

Akan tetapi tentu mereka hanya bisa tersenyum melihat perkembangan baik dari Zahra, anaknya. Keesokan harinya, Zahra kembali mendapati status terbaru dari sang ikhwan yang berbunyi seperti ini :

“Istri idaman itu tentu bukan hanya ia yang pandangannya sejuk nan menentramkan hati suami serta taat pada suami selama itu baik, melainkan juga yang bisa membuat suaminya betah dan selalu tak sabar pulang untuk segera menyantap hidangan buatan istri yang istimewa. Seorang istri yang baik bagusnya bisa masak.”

Setelah membaca status tersebut, Zahra langsung menutup akun facebook. Ia dengan segera dan semangat langsung beralih ke Mbah Google untuk membrowsing berbagai resep masakan. Ia habiskan waktunya hingga satu jam untuk menyimpan berbagai resep masakan yang mulai ingin ia pelajari.

Hingga di keesokan harinya, kedua orang tua merasa terheran-heran saat untuk pertama kalinya bukan sang ibu yang menyiapkan makanan, melainkan Zahra. Zahra dengan cekatan menghidangkan setiap masakan kepada kedua orang tua dan adiknya, Ahmad. Sang ayah dan ibu pun dengan tidak sabar ingin segera merasakan hidangan ala chef Zahra.

“Zahra, kamu tidak membeli makanan di warung, kan?” tanya sang ayah.

“Enggaklah, Bi. Itu Zahra masak sendiri,” jawab Zahra dengan was-was, khawatir masakannya terasa kurang enak.

“Hmm..., rasanya mantap. Ternyata kamu bisa masak juga ya,” puji sang ayah yang kemudian melanjutkan makannya dengan lahap. Zahra pun tersenyum puas. Di hari-hari berikutnya pun Zahra yang memasak dan menghidangkan makanan untuk keluarganya. Sang ayah dan ibu benar-benar dibuat heran dengan perubahan yang terjadi pada Zahra. Akan tetapi diam-diam sepertinya kedua orang tua Zahra sedikit paham apa yang terjadi. Barangkali karena mereka pun pernah muda.

Di hari berikutnya, Zahra kembali mendapati status sang ikhwan yang berbunyi demikian :

“Jangan kotori cinta yang suci itu dengan aktivitas pacaran atau hal-hal yang mendatangkan murka Allah. Cara yang terbaik adalah perbaikilah kualitas diri kita agar kita pantas bersanding dengan jodoh yang kelak Allah pilihkan untuk kita...”

Zahra membacanya dengan senyum semringah. Ia paham betul apa maksud status sang ikhwan. Zahra pun bertekad untuk memantaskan diri agar benar-benar pantas mendapatkan jodoh yang terbaik. Benar saja, mulai hari itu Zahra semakin rajin membantu orang tua, rajin beribadah, dan rajin dalam banyak hal. Ibu yang kebetulan melihat Zahra sedang khusyuk shalat Dhuha pun memanggil sang ayah untuk menyaksikan perubahan Zahra yang luar biasa. Keduanya pun menyaksikan sang sulung dengan senyum penuh rasa kebanggaan.

SOAL ULANGAN HARIAN TEMATIK KELAS 1

Kerjakan soal berikut ini! Memuat…