Jumat, 17 Juni 2022

Bulan di atas Luka

 

Bulan di atas Luka




Pagi itu langit mendung. Burung-burung seolah lebih memilih bercengkrama di sarang bersama keluarga daripada terbang dan meramaikan angkasa. Begitu pun dengan pipit yang enggan mencericit. Suasana itu sama persis dengan hati Bulan yang tengah bersedih, terluka, dan teriris, perih rasanya. Wanita yang berumur 30-an itu tetap diam dan membisu sedari tadi, taman yang nyaman tak berarti apa-apa baginya. Yang dirasakan hanya luka.

Luka yang tersiram cuka, perih!!!!!

Mama yang sedari tadi memperhatikannya tak kuasa membendung air mata yang terus saja bercucuran. Air mata duka seorang ibu yang tak pernahmelihat senyum sang anak sejak beberapa tahun yang lalu.

“Sabar sayang…..pasti akan ada yang lain, ia akan datang dengan cara dan waktu yang indah” hibur wanita yang begitu mengasihinya.

Bulan membenamkan wajah lembab ke dada wanita yang telah melahirkannya, mencari sedikit kehangatan yang tak kunjung datang. Semakin miris saja hati ibu. Pikirannya melayang ke beberapa tahun silam.

 

***

Lahir seorang bayi perempuan mungil yang seminggu kemudian diberi nama Bulan Maharani. Hari-hari terus berlalu, si bayi berubah menjadi gadis kecil mungil lalu menjelma dewasa. Seperti gadis-gadis pada umumnya, dia pun berkeinginan sama dengan teman-temannya yaitu bahagia hidup di dunia. Mempunyai cita-cita yang sama seperti semua wanita pada umumnya, yaitu ingin memiliki pendamping yang akan membahagiakan lahir batinnya.

Keinginan itu semakin menjadi-jadi tiap kali ia melihat satu-persatu teman sebayanya digandeng suami. Setiap saat ia selalu menanti genderang merdu yang akan mengiringi langkahnya menuju bahtera rumah tangga yang bahagia, seperti gadis-gadis lain.  Kedua orang tuanya pun selalu membangkitkan impiannya.

“Anakku,, semalam papa bermimpi bahwa datang seorang pemuda tampan hendak melamarmu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan ada seorang pria yang melamarmu” Ucap sang papa.

Bulan yang mendengar hal itu nampak berbinar-binar, ia tak bisa menyembunyikan mimik kebahagiaannya, ia melompat-lompat kegirangan, persis seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru yang diidam-idamkan. Kedua orang tuanya pun tak dapat menahan perasaan bahagia melihat putri semata wayangnya melompat kegirangan.

 

 

BERSAMBUNG ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOAL ULANGAN HARIAN TEMATIK KELAS 1

Kerjakan soal berikut ini! Memuat…