Minggu, 10 Juli 2022

MENULIS AUTOBIOGRAFI

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

MENULIS AUTOBIOGRAFI


Pertemuan                 : 23

Hari/Tanggal           : Jumat, 8 Juli 2022

Moderator                 : Lely Suryani

Narasumber              : Suparno, M.Pd.

Gelombang               : 26

            Pertemuan malam ini dipimpin ibu Lely Suryani yang menggantikan ibu Nur Dwi Yanti karena sedang berada di rumah sakit menunggu kelahiran cucu. Suasana pembelajaran selalu ceria ketika dibawakan oleh ibu lely yang mahir merangkai kata dan meramaikan suasana.

Narasumber malam ini adalah bapak suparno, M.Pd. seorang kepala sekolah  SMPN 2 Karangrejo, Magetan. Selain itu beliau pun memiliki kesibukan sebagai Guru Pengajar Praktek Program Pendidikan Guru Penggerak  Kemendikbudristek ,Guru Motivator Literasi. Beberapa buku telah beliau hasilkan baik tentang kependidikan, corona, alam, dan dunia menulis. Beberapa prestasi pun telah beliau raih sejak duduk di bangku mahasiswa sebagai lulusan terbaik, menjadi juara guru berprestasi, narasumber nasional guru pembelajar, menjadi pemimpin  redaksi majalah Tramedia dan Pena Mageti.

Narasumber menyebutkan bahwa K.H. Usairon pernah  mengatakan bahwa cerita orang orang  sholih  itu  meningkatkan  iman,  oleh  karena  itu  sayang  rasanya  kesuksesan  yang yang telah diraih  apabila  tidak  ditulis  dalam  biografi. Agar  bisa menginspirasi  orang lain. Menginspirasi  keluarga  dan keturunan . Umur (ajal) orang tidak ada yang tahu, menulislah supaya anak cucu tahu perjalanan hidup.

Manfaat dari menulis buku auto biografi adalah dengan menulis sejarah  perjalanan  kehidupan,  anak dan cucu bisa belajar  betapa  untuk  mencapai  kesuksesan  itu  butuh  perjuangan  yang luar biasa. Jika seorang ASN menulis buku biografi pendidikan maka akan dapat menambah angka kredit. Bagi calon kepala sekolah yang sedang melalui tahap penilaian tidak perlu bercerita banyak tentang diri sendiri cukup dengan memberikan buku autobiografi.

Menulis biografi tidak harus selalu membaca biografi orang-orang hebat dan ternama, tetapi  juga  membaca  buku  biografi orang-orang  yang selevel  dengan kita supaya tidak berkecil hati untuk menuliskan perjalanan hidup diri sendiri.

LANGKAH MENULIS AUTOBIOGRAFI

  1. Membuat outline (kerangka tulisan), biarkan tulisan itu mengalir sampai akhir, editing, layout, meyiapkan kelengkapan buku (kata pengantar, daftar isi dll).
  2. Sebuah tips untuk tampilan  buku  supaya  menarik  dan menginspirasi,  jika dalam suatu judul ada frase, atau kata-kata mutiara yang menginspirasi  bisa dituliskan  di atas, sebelum  uraian  tulisan sebagai contoh gambar berikut. 

  3. Setelah buku autobiografi selesai ditulis mintalah  orang  lain  yang dipercaya  untuk  menjadi editor   yang berkaitan  dengan  ejaan,  tata  bahasa  dan lain-lain
  4. Buatlah  cover  buku  yang baik,  mintalah kata  pengantar  pada tokoh-tokoh  terkenal semoga membawa  keberkahan
  5. Langkah terakhir  kirimkan pada penerbit yang dipercaya

    Demikian pemaparan materi dari narasumber, ada 11 pertanyaan yang dilontarkan dan dijawab dengan apik oleh beliau. Sebelum pertemuan berakhir beliau pun mengigatkan dan memotivasi supaya dapat menulis autobiografi untuk mengabadikan cerita perjalanan  hidup diri sendiri dan sebagai tanda jejak bahwa pernah  tinggal di planet  yang bernama  bumi.

Menulislah setiap hari,  mutu  dan rezeki  akan mengikuti

~ Suparno, M.Pd.

 

 

Kamis, 07 Juli 2022

MENULIS DI KALA SAKIT

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

MENULIS DI KALA SAKIT



Pertemuan   : 22

Hari/Tanggal : Rabu, 06 Juli 2022

Moderator   : Helwiyah

Narasumber : Suharto, M.Pd.

Gelombang  : 26


Pertemuan ke-22 dari 30 pertemuan, semakin waktu berlalu semakin tak terasa bahwa pelatihan semakin menuju penghujung pertemuan. Di bawah panduan ibu moderator Helwiyah dan narasumber bapak Suharto, M.Pd kelas malam ini akan membahas tentang Menulis di Kala Sakit. Sebelum memasuki sesi perkenalan moderator membagikan sebuah video pendek di kanal youtube. Video tersebut berisi tentang narasumber yang sedang terkena GBS dan terbaring lama di rumah sakit namun demikian beliau bisa kembali mengajar dan mencoba untuk menulis. Dalam keterbatasan tersebut beliau pun menghasilkan karya beberapa buku. Kisah selanjutnya akan disampaikan lebih lanjut dalam pemaparan materi.

Sebelum ke pemaparan materi, ada baiknya berkenalan dengan narasumber malam ini. Suharto, M.Pd. atau yang biasa dipanggil Cing Ato selain menjadi seorang guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jakarta, beliau pun seorang penulis, blogger, motivator dan desain cover buku. Karya tulis yang telah dihasilkan ada lebih dari 10 buku solo dan 2 buku antologi. Selain itu beliau pun sudah sering diminta untuk menjadi narasumber dalam pelatihan menulis.

Narasumber membagi kisah menulis di kala sakit menjadi 4 bagian:

Awal Menulis

Dimulai pada tahun 2016, sekolah yang menjadi tempat narasumber mengabdi menerapkan program literasi. Setiap siswa diminta untuk membawa buku, di hari yang ditentukan setiap siswa diminta untuk membaca buku yang telah dibawa. Demikian pula dengan narasumber selaku wali kelas turut membaca bersama siswa.

Selain menjadi wali kelas narasumber pun menjadi wakil kurikulum. Di saat itu beliau mengobservasi perangkat pembelajaran guru dan ditemukan bahwa perangkat tersebut adalah hasil copy paste dan tidak nyambung antar subnya. Akhirnya narasumber pun membuat buku panduan membuat perangkat pembelajaran. Di tengah-tengah pembuatan panduan tersebut narasumber merasa buntu untuk membuat narasi serta menyambungkan setiap format dengan format yang lain.

Berawal dari masalah kebuntuan tersebut akhirnya narasumber mencari buku-buku tentang menulis. Setelah dipelajari masih membuat bingung. Oleh karena itu narasumber pun mencari kegiatan pelatihan menulis di media sosial. Setelah pencarian beberapa hari beliau pun menemukan kegiatan pelatihan menulis yang diadakan oleh Komunitas Guru Sejuta Ngeblog (KGSN) di mana saat itu ada sesi Om Jay sebagai narasumber. Di pelatihan tersebut setelah bertanya dan mendapatkan jawaban, beliau pun mendapat tugas menulis yang akhirnya kemampuan menulis tersebut terasah.

Di akhir 2016 terbitlah buku antologi yang berjudul Bukan Guru Biasa. Di akhir 2017 saat pelatihan menulis media guru di Cipanas beliau pun menulis buku solo yang berjudul mengejar Adzan. Namun tiba-tiba badai datang, tepat di tanggal 18 Juli 2018 dengan hitungan jam, tiba-tiba beliau tumbang tak berdaya, seluruh sarafnya mati.

Menulis di kala Sakit

Selama 18 bulan di rawat di rumah sakit mulai dari masuk ICU, HCU dan ruang inap. Selama itu pula badan tak bergerak hingga suatu hari tangan mampu bergerak dan menyentuh muka. Setelah sekian lama hanya terbaring beliau pun meminta untuk diambilkan hp dan mencoba untuk kembali membuka akun facebook.

Dalam hati terbesit keinginan untuk tetap bermanfaat bagi orang lain. Dan menulis adalah jawabannya. Ketika badan masih belum mampu beraktivitas namun pikiran dan tangan mampu melaluinya. Jadilah beliau mulai menulis apa yang telah dialami kemudian memposting tulisan tersebut di facebook, tak lupa di akhir tulisan tersebut disisipkan motivasi. Tulisan tersebut menarik pembaca termasuk salah satu teman Om Jay. Berawal dari itu, Om Jay pun menghubungi untuk ikut kelas Belajar Menulis di gelombang 8.

Dengan keterbatasan tersebut beliau  mengikuti pelatihan, lambat laun kemampuan menulis beliau pun semakin berkembang karena materi yang diajarkan selalu dipraktikkan. Dan jadilah buku solo kedua dalam kondisi tubuh masih terbaring. Sejak saat itu beliau tak patah semangat untuk terus menulis buku solo hingga 10 buku ber-ISBN. Buku ke-11 sedang proses dan buku ke-12 dalam proses edit.



Alat Waktu dan Kondisi Menulis

           Saat tangan sudah mulai digerakkan dan mampu memang ponsel, saat itu lah kegiatan menulis narasumber dimulai. Bahkan ketika mengikuti kelas belajar menulis pun beliau mencatat pemaparan materi di catatan yang terdapat di smartphone setelah itu baru dipindah ke blog atau facebook.

           Waktu menulis bisa dilakukan setiap saat, terlebih ketika mendapatkan respon positif dari pembaca. Membuat beliau makin semangat walaupun menulis sambil rebahan di atas kasur. Setelah bisa duduk beliau menulis di atas roda. Menulis pun dapat dilakukan di mana saja. Terkadang di atas kasur, di luar rumah ketika menjemur badan, di mobil sambil menikmati macetnya arus lalu lintas, di rumah sakit sambil nunggu panggilan dokter. Bahkan ketika sedang terapi pun masih bisa menulis.






           Hasil dari Menulis

Dari kegiatan menulis tersebut, narasumber mendapatan: kemampuan mendesain cover buku, mampu melayout buku, didatangi YouTuber, masuk kanal youtube chanel Sutrisno Muslim "Guru  Inspiratif" dan chanel Akbar Zaenudin " Guru  Inspiratif", mendapatkan penghargaan, mendapatkan uang, mendapatkan teman, networking, mudah naik pangkat dan bisa menjadi narasumber pelatihan.

Demikian sepenggal kisah narasumber tentang semangat untuk menjadi bermanfaat di kala raga hanya mampu terbaring. Keadaaan sakit, sulit bukan menjadi penghalang untuk tetap berkarya dalam hal menulis. Sungguh tamparan yang keras untuk yang sehat namun masih dengan segudang alasan tidak bisa menulis, belum mampu menulis. Karena kemampuan menulis ibarat berenang, jika kau tak masuk ke dalam air bagaimana kau akan berenang.



Tulislah apa yang ingin kau tulis dan biarkan tulisanmu menemukan takdirnya

Husnaini Mubasyiroh

Palangka Raya, 8 Juli 2022



 

 

 


Selasa, 05 Juli 2022

MENJADI PENULIS PENERBIT MAYOR

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

MENJADI PENULIS PENERBIT MAYOR



Pertemuan         : 21

Hari/Tanggal      : Senin, 04 Juli 2022

Moderator          : Muliadi

Narasumber       : Joko Irawan Mumpuni

Gelombang         : 26

Pertemuan malam kedua puluh satu dipimpin oleh bapak Muliadi yang tanpa basa-basi langsung mengenalkan narasumber yang akan membahas topik Menjadi Penulis Penerbit Mayor, beliau yaitu bapak Joko Irawan. Merupakan seorang direktur penerbitan di Penerbit Andi. Selain menjadi direktur beliau pun seorang penulis, bersertifikat BNSP dan asesor BNSP.

Kali ini materi full bergambar, artinya narasumber banyak menggunakan gambar sebagai media pemaparan hari ini. Materi sangat mudah diterima dan dicerna. Di awal pemaparan materi narasumber menjelaskan apa itu penerbit?

Penerbit

Penerbit adalah  Industri kreatif yang di dalamnya ada kolaborasi insan-insan kreatif: penulis, editor, layouter, ilustrator dan desain grafis. Ini adalah bagian dari industri kreatif penerbitan cetak, saat ini dan mendatang akan bertambah insan-insan kreatif bidang lain yang akan bergabung seiring dengan perkembangan dunia penerbitan yang kini sudah mengarah pada Publisher 5,0. yang memanfaatkan teknologi IT untuk menerbitkan karya-karya kreatif. Ada jenis-jenis buku di dunia ini, biasanya klasifikasi jenis buku digambar dengan grafis yang mirip sirip ikan seperti ini:





 

Kategori Buku

Dua kategori besar jenis buku adalah buku teks (buku sekolah-kampus) dan buku nonteks (buku-buku populer). Buku sekolah disebut buku pelajaran sedangkan buku kampus disebut buku Perti (perguruan tinggi). Buku nonteks  dibagi dua menjadi buku fiksi dan nonfiksi. Buku Perguruan tinggi dibagi dua lagi menjadi buku eksak dan non eksak.

Gambaran dunia perbukuan di Indonesia dapat dilihat dari gambar berikut:



 

Alur penerbitan buku jika digambarkan secara rinci dan sederhana maka akan seperti berikut:





 

Tingkat literasi bangsa ini sampai saat ini masih banyak dikeluhkan banyak pihak akibat rendahnya tingkat literasi dibanding negara lain yang satu kawasan sehingga menyebabkan pertumbuhan industri penerbitan terhambat di antaranya adalah:

  • Minat Baca: budaya baca kurang, bahan bacaan kurang, kualitas bacaan.
  • Minat Tulis: budaya tulis, tidak tahu prosedur menulis dan penerbit, anggapan yang salah tentang dunia penulisan dan penerbitan.
  • Apresiasi hak cipta:  pembajakan, duplikasi non legal, perangkat hukum.

Proses Naskah menjadi buku



Menentukan Penerbit

Langkah memilih penerbit yang baik:

  • memiliki visi misi yang jelas
  • memiliki core bussines lini produk tertentu
  • pengalaman penerbit
  • jaringan pemasaran
  • memiliki percetakan sendiri
  • keberanian mencetak jumlah eksemplar
  • kejujuran dalam pembayaran royalti

Ciri penerbit yang harus diwaspadai

  • hanya bertindak sebagai broker naskah
  • alamat tidak jelas
  • tidak ada dokumen perjanjian penerbitan yang baik
  • tidak memiliki jaringan pemasaran dan distribusi sendiri
  • tidak memiliki percetakan sendiri
  • prosentase royalti tidak wajar
  • laporan keuangan tidak jelas

Keuntungan Menulis dan Menerbitkan Buku

Nah, mengapa kita harus menulis? Apa saja yang didapatkan ketika penulis tersebut sudah berhasil menerbitkan buku secara profesional dan diterbitkan oleh penerbit mayor yang memiliki reputasi. ini yang akan didapatkan:

Peningkatan finansial (royalti diskon pembelian langsung seminar)

Peningkatan karir (adanya kebutuhan peningkatan status jabatan peluang karir di institusi atau perusahaan)

Kebutuhan batin (sebagai karya monumental yang dikenang sepanjang masa)

Reputasi (buku sebagai karya yang terpublikasi akan meningkatkan reputasi penulisnya)

Penilaian dan Kriteria Naskah Buku

Bagaimana kriteria supaya naskah buku dapat diterima oleh penerbit untuk dapat diterbitkan. Karena tidak semua naskah dapat diterima. Sebagai contoh penerbit ANDI setiap bulan menerima naskah masuk bisa sampai 500 nasakah. Namun yang diterima untuk diterbitkan hanya 50 Judul saja. Inilah kriteria penilaiannya:




Ketika menjadi penulis profesional maka kebanyakan penulis akan memiliki ciri atau karakter sebagai berikut.


    Karakter yang ideal adalah kombinasi dari keduanya sehingga menjadi penulis berpikir idealis-industri.

Demikian pemaparan di pertemuan kali ini, semoga materi tersebut dapat memberi pencerahan bagi penulis yang ingin lolos menjadi penulis di penerbit mayor.

    Narasumber menutup materi dengan quote yang membangkitkan semangat menulis.

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah (Rumah Kaca, h325) Pramoedya Ananta Toer

Bila kau bukan anak raja, juga bukan ulama besar, maka menulislah. (Al-Ghazali)


Jumat, 01 Juli 2022

MENGUAK DAPUR PENERBIT MAYOR

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

MENGUAK DAPUR PENERBIT MAYOR


Pertemuan              : 20

Hari/Tanggal         : Jumat, 01 Juli 2022

Moderator              : Rosminiyati

Narasumber            : Edi S. Mulyanta

Gelombang             : 26

            Memasuki pertemuan ke-2o dimoderatori oleh ibu Rosminiyati. Beliau mengingatkan bahwa di malam pertemuan ke-20 artinya sudah ada 20 karya tulis hasil resume yang sudah cukup untuk dijadikan sebuah buku solo yang nantinya akan menjadi syarat kelulusan kelas Belajar Menulis PGRI.

Bukan berarti materi di pertemuan selanjutnya tidak penting dan menarik untuk dipelajari. Jika dirasa resume belum cukup maka resume di pertemuan selanjutnya, pertemuan ke 21-30 dapat digunakan untuk menyempurnakan naskah buku hasil resume.

            Narasumber malam ini adalah bapak Edi S. Mulyanta, S.SI., M.T. merupakan seorang manager Penerbitan Andi Publisher. Di bidang buku dan tulisan dapat dikatakan bahwa beliau expert pada bidangnya hali ini dapat dilihat dari riwayat pekerjaan sejak tahun 2000 hingga sekarang pekerjaan beliau dekat dengan buku dari menjadi dosen, penerbitan, publishing consultant, founder pasar buku digital. Selain pekerjaan berkaitan buku, beliau pun telah menerbitkan buku dengan berbagai macam judul.

Materi malam ini adalah Menguak Dapur Penerbit Mayor. Sebagai penulis, tentu ingin seluk beluk atau kriteria dari sebuah penerbit. Hal tersebut dapat bermanfaat supaya penulis memenuhi kriteria dan buku yang dikirimkan akan diterbitkan di Penerbit Mayor tersebut.

Menurut narasumber, setiap penerbit mayor mempunyai idealisme masing-masing, sehingga penulis harus memperhitungkan jika mengusulkan usulan buku ke penerbit-penerbit tersebut. Tema buku yang menjadi andalan Toko Buku saat ini adalah tema buku nonteks, seperti buku anak, buku motivasi  dan agama, fiksi, hingga buku masak yang masih nangkring di 10 besar data buku terlaris di setiap toko buku di Indonesia.

            Nah buku apa saja yang dapat dijadikan usulan ke penerbit mayor? Naskah buku yang dibuat untuk diterbitkan sebaiknya mengikuti aturan pemerintah yang paling baru.


Menurut narasumber, tulislah yang paling mampu dikuasai.

Buku teks pelajaran

Buku teks pelajaran dapat ditulis secara perorangan maupun kelompok. Berisi buku pengetahuan untuk bidang ilmu atau mata pelajaran tertentu dan diperuntukkan bagi peserta didik pada suatu jenjang pendidikan tertentu atau sebagai bahan pegangan mengajar guru baik sebagai buku teks utama maupun sebagai buku teks pendamping sebagai pelengkap

Non teks (pengayaan, referensi, panduan)

Modul adalah materi pelajaran yang disusun dan disajikan secara rinci dan lengkap utuh serta sistematis sedemikian rupa sehingga pembacanya diharapkan secara mandiri dapat menyerap materi tersebut

Diktat adalah ringkasan suatu mata pelajaran atau bidang studi yang dipersiapkan guru untuk mempermudah atau memperkaya materi mata pelajaran ke bidang studi yang disampaikan oleh guru dalam proses kegiatan belajar mengajar

Buku umum

Fiksi karya seni berupa karya sastra yang meliputi novel kumpulan cerpen kumpulan puisi cerita bergambar ataupun naskah drama atau teater atau film yang dibuat dalam bentuk buku yang diterbitkan ber-ISBN

Buku dengan Omzet terbesar adalah buku teks pelajaran utama, karena pasarnya sangat besar seluruh sekolah di Indonesia. Buku ini melalui proses seleksi dari pemerintah yang cukup ketat. Semua penerbit mempunyai peluang yang sama, akan tetapi penerbit yang misi dan visinya di buku pelajaran biasanya yang lebih siap.

Buku teks pendamping atau modul biasanya mempunyai pasar yang lebih kecil, akan tetapi sangat fleksibel pola pemasarannya. Tidak mustahil buku ini juga mempunyai omzet yang cukup besar juga disalurkan di proyek-proyek. Buku umum pasarnya paling kecil, karena outlet utama adalah di toko buku baik toko buku modern maupun tradisional.

Penerbit adalah lembaga yang mencari profit, dan mempunyai idealisme dalam menerbitkan buku sesuai dengan visi misinya. Penulis dapat mengikuti idealisme penerbit dalam menghasilkan buku yang akan dinikmati oleh pembacanya. Kirimkan usulan penerbitan buku, supaya ide Anda dapat ditangkap penerbit dan disebarluaskan ke pembaca.

Berikut adalah rangkuman tips untuk lolos penerbit mayor yang penulis rangkum dari jawaban pertanyaan yang dilontarkan peserta Belajar Menulis Gelombang 25-26.

  • Otentik, mengikuti kaidah buku ajar (untuk buku pelajaran), mengikuti trend (dapat ditelusur google trend https://trends.google.com/trends/?geo=ID)
  • Berani mengirimkan ke penerbit dengan menggandeng penulis yang sudah memiliki nama.
  • Tulislah buku dengan tema yang menarik, seperti kurikulum baru, merdeka belajar, pelajar Pancasila, Pengembangan Soft Skill untuk anak didik dan lain-lain yang masih up to date.
  • Buku yang trendnya tidak surut adalah buku fiksi (novel dsb dengan muatan lokal) dan buku anak.

Demikian pemaparan materi dan sesi tanya jawab pun berakhir, tak lupa narasumber pun memberikan clossing statemen bahwa masa pandemi yang kelam tetap memberikan setitik cahaya, penerbit-penerbit saat ini berjuang untuk hidup, sehingga calon-calon penulis tidak perlu gundah karena tulisan itu pasti akan berlabuh, jika tekun dan tabah melihat cahaya petunjuk tersebut.

 

 

 

 

PEMASARAN BUKU

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

PEMASARAN BUKU



Pertemuan: 19

Hari/tanggal: Rabu, 29 Juni 2022

Moderator: Sigid Purwo Nugroho

Narasumber: Agus Subardana

Gelombang: 26

Waktu terus bergulir tanpa terasa sampai lah di pertemuan ke-18. Semakin dekat dengan tugas akhir untuk menerbitkan buku solo hasil resume dari Pelatihan Belajar Menulis PGRI melalui WA grup yang diprakarsai Om Jay. Malam ini dimoderatori oleh bapak Sigid Purwo Nugroho (yang sudah berkenalan di pertemuan sebelumnya).

Narasumber malam ini adalah bapak Agus Subardana, yang sudah menangani bidang pemasaran buku di penerbit mayor Andi Offset Yogyakarta selama 18 tahun. Di masa pandemi, semua sektor ekonomi dan industri mengalami penurunan. Tak terkecuali dalam bidang penjualan dan pemasaran buku. Jaringan toko buku banyak yang tutup, pengunjung toko buku di mall mengalami penurunan. Demikian pula dengan pemasaran buku pendidikan yang dilakukan door to door ke sekolah. Namun kini sudah mulai membaik. Pengunjung mall sudah ramai, sehingga toko buku pun sudah mulai bangkit kembali.

Menurut narasumber, Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Hal ini dapat dilihat dari jenis-jenis buku yang diterbitkan. Jenis–jenis buku yang diterbitkan tersebut dikelompokkan menjadi kategori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset memiliki cukup banyak kategori produk yaitu ada 32 kategori produk buku (Kategori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi-Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks, dll).

Dari jenis–jenis kategori buku tersebut di sinilah marketing akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi (sasaran pembaca) dari berbagai jenis kategori buku yang diterbitkan. Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis.  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya dipengaruhi oleh faktor yang meliputi :

1.      Faktor Mikro yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

2.      Faktor Makro yaitu demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Strategi pemasaran buku yang telah dipetakan oleh penerbit Andi Offset berdasarkan faktor mikro dan makro tersebut terbagi menjadi 2:

a.Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara (ONLINE)

Pentingnya Transformasi Digital

Dampak dari pandemi COVID-19 telah mengubah dunia menuju era Low Touch Economy. Era ini ditandai dengan interaksi antar individu yang minim sentuhan fisik atau low-touch, keharusan mengecek kesehatan dan keselamatan, perilaku yang baru hingga pergeseran di sektor-sektor industri, terutama sektor Industri Perbukuan. Perubahan ini tentu akan berdampak ke banyak hal, mulai dari tempat bekerja, Cara belajar–mengajar,  kehidupan keluarga hingga aktivitas sosial. Strateginya yang utama yang kita pakai adalah Digital Marketing dalam melakukan transformasi mendasar pada bisnis penerbitan buku.

Manfaat Digital Marketing adalah:

  • Biaya lebih terjangkau (murah)
  • Daya jangkau lebih luas
  • Mudah menentukan target pasar
  • Komunikasi lebih mudah dengan konsumen
  • Lebih cepat menjadi populer (viral)

Untuk penjualan buku lewat Online harus proaktif  melakukan promosi  supaya dapat :

  • Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial
  • Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada sehingga kesetiaan konsumen terjaga.
  • Menjaga kestabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu
  • Menaikan penjualan dan profit
  • Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing
  • Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan
  • Mengubah tingkah laku (yang kurang minat beli, menjadikan tertarik beli), persepsi dan pendapat konsumen.

Melalui sistem penjualan online, penerbit Andi memiliki tim khusus untuk menanganinya dengan bekerja sama melalui marketplace seperti shopee, bukalapak, tokopedia. Selain itu penerbit pun merekrut reseller-reseller untuk memasarkan buku-buku yang telah diterbitkan untuk menawarkan ke komunitas-komunitas online yang dimiliki reseller.

Pemasaran Buku Lewat Komunitas

Kita tentunya punya komunitas masing–masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi, maka gunakanlah jaringan komunitas itu untuk sarana promosi dan penjualan buku. Penjualan lewat komunitas akan lebih efektif dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang ditawarkan. Kuncinya harus proaktif menjalin komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi.

Dalam hal ini, Penerbit ANDI pun terus mengadakan aktivitas pemasaran lewat komunitas dengan mengadakan webinar lewat link  Zoom, Live Youtube di chanel  TV. ANDI, dengan tema – tema yang menarik. Dan semua itu dilakukan tanpa memungut biaya.

b. Strategi Pemasaran Buku Serangan Darat (OFFLINE )

Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku, harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Penerbit Andi telah mempunyai 96 cabang dari kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Strategi pemasaran buku serangan darat ini dikelompokkan berdasarkan target pasar yang dituju, antara lain :

·         Toko Buku

Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri, sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional.

Untuk itu saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh para Penerbit buku dengan sistem titip jual/konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual putus.

Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan, antara lain :

  •  Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol.
  •  Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner
  • Mengadakan Bedah Buku, Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.
  •  Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan,  Program TAB, Program TAM , dll )
  •  Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan, kuncinya proaktif komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut yaitu melalui Kepala Toko nya dan Supervisor  

·         Directselling

Pemasaran Buku melalui Directselling ini dapat dipetakan berdasarkan jenis katagori buku yang diterbitkan. Jenis Kategori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :

  •         Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).
  •          Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kuliah
  •          Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum

Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) di setiap wilayah Kota dan Kabupaten.

SOAL ULANGAN HARIAN TEMATIK KELAS 1

Kerjakan soal berikut ini! Memuat…