Selasa, 14 Juni 2022

JODOH PASTI BERTEMU

JODOH PASTI BERTEMU




 Namanya Zahra. Kulit putih, wajah ayu alami, bulu mata lentik, senyum manis bak gula batu, pipi kemerah-merahan, pesona yang sebenarnya cukup untuk membuat predikat sempurna bagi dirinya. Hanya satu kekurangan, ia belum mendapatkan jodoh di usianya yang ke-25.

Usia bagi sebagian wanita adalah usia yang memang sudah saatnya untuk memulai kehidupan baru bersama pasangan seumur hidup. Zahra adalah gadis yang baik hati dan periang. Ia mudah bersosialisasi dan bergaul dengan siapa pun. Bahkan seringkali ia menjadi teman curhat dan keluh-kesah teman-temannya. Hanya saja, terkadang di dalam hati ia harus memendam rasa ‘jengkel’ jika yang harus dibahas adalah masalah jodoh atau rumah tangga. Misalnya di suatu ketika Zahra sedang asyik ngobrol bersama Nara, Dina, dan Novi saat sedang berkumpul bareng di rumah Novi.

“Eh, tahu nggak, si Widiya sudah menikah loh,” cerita Nara membuka pembicaraan.

“Wah, masa sih? Aku baru dengar ya? Menikah dengan siapa? Kapan?” tanya Dina penasaran.

“Kurang tahu juga sih. Cuma setahu saya dia dulu ikhwan yang aktif di kegiatan rohis di kampus yang sama dengan Widiya, menikahnya tahun lalu” jawab Nara dengan mimik setengah serius.

“Eh, tapi si Mila lebih keren loh. Dia dulu menikah saat semester akhir,” Novi menambahi cerita tentang teman yang lain. Maklum, jika kaum Hawa sudah berkumpul, obrolan tentang orang lain adalah menu perkumpulan yang bisa dibilang wajib.

“Gimana tuh dengan kuliahnya? Apa nggak malah rempong ya? Ngurus syarat kelulusan belum kelar malah harus ngurus suami juga,” tanya Nara penasaran.

“Justru sepertinya bagus loh. Coba bayangkan, justru dengan hadirnya suami di sampingnya, ia sudah tidak perlu galau lagi. Jadi ia bisa fokus kuliah dengan tenang. Lagian kan bisa juga menyelesaikan tugas akhir sambil dibantu suaminya dan dihibur di kala susah, so sweet kan?” bela Dina dengan ekspresi aneh, membayangkan dirinya sendiri. Di tengah-tengah obrolan asyik antara Nara, Novi, dan Dina, Zahra hanya berdiam diri sambil membatin, “Huft, nggak ada bahasan lain apa

Ketika membahas persoalan jodoh, Zahra agak sedikit sensi karena seringkali ia merasa galau perihal jodoh dan menikah. Zahra sudah sangat berharap di usianya yang ke-25 ini ia sudah mendapatkan kejelasan perihal jodohnya. Akan tetapi hingga saat ini, tanda-tanda kehadiran jodoh itu masih belum ada.

Tiba-tiba di tengah kegalauannya, Novi yang datang sambil membawakan hidangan teh hangat memecahkan keheningan Zahra.

“Eh, by the way, aku juga mau ngasih kabar gembira loh buat kalian. Kalian tahu Salman?” cerocos Novi dengan nada riang gembira.

“Emmm..., Salman yang Haji Rofik? Cowok ganteng yang lulusan dari Al-Azhar Mesir itu?” timpal Dina dan Nara beriringan.

“Iya. Kalian tahu nggak? Kemarin dia baru saja melamar aku.” jawab Novi sambil mengepalkan kedua tanganya bersatu di depan dadanya seraya menatap ke atas penuh haru dan keriangan, kemudian ia histeris sendiri. “Cuma belum aku jawab. Menurut kalian, enaknya diterima atau enggak ya?” lanjut Novi sambil bertanya, meminta pendapat teman-temannya. Kali ini dengan nada rendah.

Zahra yang pada obrolan sebelumnya hanya diam, kali ini menyahut sambil mengernyitkan dahi dengan nada bertanya dan penasaran, “Kenapa ya, perempuan itu kalau belum dapat jodoh selalu berharap-harap cemas datangnya jodoh. Tapi giliran jodoh datang justru jual mahal”

Novi pun mencoba memberikan penjelasan kepada teman-temannya. “Karena masalah nikah memang bukan main-main. Kita mempertaruhkan seumur hidup kita. Makanya soal nikah kita harus benar-benar mempunyai pertimbangan yang matang sehingga bisa memberikan keputusan yang tepat dan terbaik. Tapi yang pasti, jodoh itu sudah ditetapkan oleh Allah.

Jodoh pasti akan bertemu. Nah tugas kita adalah ikhtiar untuk menggapai takdir yang memang telah ditetapkan oleh Allah kepada kita, dengan ikhtiar yang sebaik-baiknya,” jawab Novi dengan senyum manis yang khas.

“Jodoh pasti bertemu ya?” gumam Zahra pelan sambil menerawang ke atas, pikirannya kemudian melayang memikirkan suatu hal.


BERSAMBUNG ....

2 komentar:

SOAL ULANGAN HARIAN TEMATIK KELAS 1

Kerjakan soal berikut ini! Memuat…