Kamis, 16 Juni 2022

MENULIS BUKU TERBAIK PERPUSNAS

KELAS BELAJAR MENULIS PGRI

MENULIS BUKU TERBAIK PERPUSNAS



Pertemuan       : 13

Hari/tanggal    : Rabu, 15 Juni 2022

Moderator        : Widya Setianingsih

Narasumber     : Dr. Mudafiatun Isriyah, S.Pd, M.Pd.

Gelombang      : 26

"Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari." (Pramoedya Ananta Toer)

Kutipan Pram tersebut menjadi pembuka dalam kegiatan belajar menulis pertemuan ketiga belas. Ibu Widya Setianingsih selaku moderator kegiatan belajar menyemangati dan mengingatkan kepada peserta bahwa dengan tulisan, penulis mampu mengubah dunia. Jika mengubah dunia terlalu berat dan besar maka setidaknya dengan menulis menjadi manusia berguna bagi keluarga, sahabat untuk mewarnai lingkungan dengan aura positif.

Menulis dapat mendatangkan kebahagiaan, menulis dapat menjadi pembeda, dengan menulis akan terkenang, dengan menulis dapat menjadi obat mujarab ketika terluka, dengan menulis dapat menjadi diri sendiri. Sejatinya menulis itu bukan untuk dunia, melainkan untuk diri sendiri. Sungguh sesi pembuka yang sangat luar biasa.

Narasumber malam ini adalah dosen dan pengajar di FIP prodi BK UNIPAR Jember, beliau adalah ibu Dr. Mudafiatun Isriyah, S.Pd., M.Pd. Riwayat pendidikan beliau dalam bidang penulisan tidak diragukan lagi, begitu pula karya tulis yang telah dihasilkan.  Salah satu karya buku beliau dinobatkan menjadi Buku Terbaik 1 (Tema Pendidikan Jarak Jauh) Perpusnas 13 September 2021) Judul Buku: Implementasi Social Presence dalam Bimbingan Online dalam Perspektif Komunikasi Personal, Interpersonal dan Impersonal ISBN: 978-623-01-0786-3. Meskipun usia tidak lagi muda, namun semangat belajar dan berprestasi tidak luntur oleh usia.

Di awal pemaparan materi narasumber memaparkan tentang arti menulis. Menulis merupakan aktivitas manusia menuangkan apa yang terkandung di dalam pikirannya. Dengan menulis seseorang dapat menyampaikan apa yang menjadi gagasan maupun perasaannya kepada orang lain. Dapat dikatakan bahwa menulis adalah salah satu aktivitas komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Wujudnya adalah berupa tulisan yang terdiri dari rangkaian huruf yang bermakna dengan segala kelengkapannya, seperti ejaan, dan tanda baca. Menulis juga merupakan suatu proses penyampaian gagasan, pesan, sikap, dan pendapat kepada pembaca dengan lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati bersama oleh penulis dan pembaca.

Narasumber mengingatkan pula tentang pembelajaran EYD sewaktu di sekolah. Pengetahuan tentang EYD sangat dibutuhkan oleh penulis. Selain menulis, menuangkan ide, mengekspresikan perasaan, penulis pun harus bisa menyampaikan semua itu dengan baik kepada pembaca. Dan agar tercapai penulis harus bisa merangkai pemahaman dalam kalimat yang efektif, sehingga penyampaian informasi bisa diterima.

Tentang tujuan menulis, narasumber berpendapat bahwa orang menulis mempunyai maksud dan tujuan yang bermacam-macam, misalnya memberitahukan atau mengajar, meyakinkan atau mendesak, menghibur atau menyenangkan, dan mengutarakan atau mengekspresikan perasaan atau emosi.

Selain mempunyai tujuan yang bersifat umum itu, menulis juga mempunyai tujuan yang bersifat khusus. Sesuai dengan bentuk-bentuk ekspresi diri saat mau menulis. Ekspresi saat ingin menulis, on the spot, harus segera tulis tanpa ditunda. Karena jika tertunda waktu terlalu lama, di alam memori akan terjadi hal-hal yg memunculkan pikiran dan ide lain yang kurang terarah.

Lantas, bagaimana menjadi penulis terbaik? Semua penulis pasti ingin tulisannya bisa indah, dinikmati orang tersampaikan informasinya dengan baik. Namun dengan hal ini saja tidak cukup untuk menjadi penulis terbaik. Tulisan yg baik dan benar itu adalah tulisan yg tidak sama dengan milik orang lain. Istilahnya dalam penulisan ilmiah adalah buku itu harus ada novelty. Novelty adalah unsur kebaruan atau temuan dari sebuah penelitian/tulisan. Buku yang memiliki novelty dikatakan baik jika menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi kehidupan.

Untuk mencari temuan baru atau novelty, sebagai penulis harus banyak membaca, membaca latar belakang keilmuan dan banyak mencari referensi yang relevan. Jika gagasan yang ditulis kebanyakan sama dengan yang lain, maka cari hal atau sudut pandang yang berbeda. Jika sudah menemukan hal yang beda, maka akan ditemukan noveltynya.

Pesan terakhir narasumber sebelum menutup materi adalah menulis itu perlu fokus dan harus disegerakan agar ide tidak bertumpuk sehingga terasa sulit diuraikan.  Selain narasumber, moderator pun menutup kelas dengan motivasi, Orang Kecil berbicara tentang orang lain, Orang biasa berbicara tentang kejadian dan Orang besar berbicara tentang ide.

Sebuah pembelajaran yang berharga, meskipun baru memulai belajar menulis, namun sudah mendapat trik yang luar biasa dari narasumber. Intinya dalam tulisan yang dipublikasikan harus ada temuan baru, sehingga tulisan tersebut dapat dikatakan terbaik karena memberi kontribusi dalam kehidupan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOAL ULANGAN HARIAN TEMATIK KELAS 1

Kerjakan soal berikut ini! Memuat…