Sabtu, 24 Desember 2022
Kamis, 22 Desember 2022
WORKSHOP SAGUSABLOG DASAR
WORKSHOP SAGUSABLOG DASAR
Menjadi guru adalah menjadi pembelajar sepanjang hayat. Tidak ada kata selesai untuk proses belajar. Zaman terus berkembang begitu pula dengan karakter siswa dari masa ke masa. Oleh sebab itu seorang guru harus terus belajar agar mampu mendidik dan mengajar siswa sesuai dengan masanya.
Rabu, 27 Juli 2022
DIGITALISASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
DIGITALISASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH
DIGITALISASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH
PELATIHAN
BELAJAR MENULIS PGRI
Pertemuan : 30
Hari/Tanggal :
Senin, 25 Juli 2022
Moderator : Muliadi
Narasumber : Bambang Purwanto, S.Kom., Gr.
Gelombang : 26
Tibalah pertemuan terakhir di pelatihan
belajar menulis PGRI yang digawangi Om Jay beserta tim solid. Di malam terakhir
ini bapak Muliadi yang berasal dari Toli-Toli yang menjadi moderator. Sebelum
membuka kegiatan, beliau mempersilahkan Om Jay untuk memberikan sepatah atau
dua kata. Om Jay pun berpesan walaupun malam itu adalah pertemuan terakhir
namun jangan pernah berharap pertemuan itu menjadi pertemuan terakhir untuk
menulis. Sebaliknya aktivitas menulis seharusnya menjadi semakin sering, setiap
hari tanpa menulis, seperti tagline om Jay menulislah setiap hari dan buktikan
apa yang terjadi.
Setelah sambutan dari Om Jay moderator pun menyilakan Mr. Bams selaku narasumber untuk memaparkan materi. Mr. Bams merupakan sapaan atau pun nama pena dari Bambang purwanto, S.Kom., Gr. yang pernah berperan menjadi moderator di pertemuan ke-15. Beliau merupakan seorang guru informatika di SMP Taruna Bakti Bandung dan lulusan kelas belajar menulis gelombang 8. Selain menjadi pengajar TIK beliau pun seorang pegiat literasi, pendongeng, blogger, Support IT kelas online dan aktifis masyarakat. Membaca cv beliau di https://penamrbams.id/cv-bambang-purwanto/ sungguh banyak pengalaman dan prestasi yang telah beliau raih yang patut untuk dibagikan agar menjadi motivasi dan pembelajaran bagi peserta khususnya penulis.
Materi pembelajaran malam ini adalah Digitalisasi Gerakan Literasi Sekolah dan hal tersebut sangat dikuasai oleh narasumber, terbukti beliau telah mengikuti berbagai macam pelatihan serta turut serta menjadi penyelenggara kegiatan GLN (Gerakan Literasi Nasional). berikut rangkuman materi yang disampaikan.
Literasi adalah istilah umum
yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam
membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat
keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga,
literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. (Wikipedia)
Pengertian literasi di sekolah
dalam konteks GLS adalah kemampuan mengakses, memahami dan menggunakan sesuatu
secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat,
menyimak, menulis dan berbicara.
Gerakan Literasi
Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan
berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang
warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.
Tujuan GLS
- Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah
- Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat
- Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan
- Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan berbagai strategi membaca
Prinsip GLS
- Sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik berdasarkan karakteristiknya
- Dilaksanakan secara berimbang menggunakan berbagai ragam teks dan memperhatikan kebutuhan peserta didik
- Berlangsung secara terintegrasi dan holistik di semua area kurikulum
- Kegiatan literasi dilakukan secara berkelanjutan
- Melibatkan kecakapan berkomunikasi lisan
- Mempertimbangkan keberagaman
Tahap Pelaksanaan
GLS
- Penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca
- Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan
- Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua buku mata pelajaran
Pembiasaan
kegiatan membaca yang menyenangkan di ekosistem sekolah
Pembiasaan ini bertujuan untuk menumbuhkan
minat terhadap bacaan dan terhadap kegiatan membaca dalam diri warga sekolah. Penumbuhan
minat baca merupakan hal fundamental bagi pengembangan kemampuan literasi
peserta didik salah satu cara untuk menumbuhkan minat baca dalam membiasakan
warga sekolah membaca buku selama 15 menit setiap hari. Kegiatan 15 menit
membaca dapat dilaksanakan sebelum pelajaran dimulai atau pada waktu lain yang
memungkinkan. Kegiatan yang bertujuan menumbuhkan minat terhadap bacaan ini
dilaksanakan tanpa tagihan sampai minat membaca warga sekolah tumbuh berkembang
dan sampai pada tahap gemar atau cinta.
Pengembangan minat baca untuk meningkatkan
kemampuan literasi
Kegiatan literasi pada fase ini bertujuan
mengembangkan kemampuan memahami bacaan dan mengaitkannya dengan pengalaman
pribadi, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komunikasi secara kreatif melalui
kegiatan menanggapi buku pengayaan (Anderson dan Krathwol, 2001). Pengembangan
minat baca yang berdasarkan pada kegiatan membaca 15 menit setiap hari dapat
mengembangkan kecakapan literasi melalui kegiatan non akademik (tagihan non
akademik yang tidak terkait dengan nilai dapat dilakukan) contoh menulis
sinopsis, berdiskusi mengenai buku yang telah dibaca, kegiatan ekstrakurikuler
dan kunjungan wajib ke perpustakaan (jam literasi).
Pelaksanaan pembelajaran berbasis literasi
Pelaksanaan pembelajaran berbasis literasi
ini mendukung pelaksanaan kurikulum 2013 yang mensyaratkan peserta didik
membaca buku non teks pelajaran yang dapat berupa buku tentang pengetahuan
umum, kegemaran, minat khusus, atau teks multimodal dan juga dapat dikaitkan
dengan mata pelajaran tersebut sebanyak 6 buku bagi siswa SD, 12 buku bagi
siswa SMP, dan 18 buku bagi siswa SMA atau SMK. Buku laporan kegiatan membaca
ini disediakan oleh wali kelas judul dan jumlah buku yang telah dibaca
dijadikan bahan pertimbangan pada saat kenaikan kelas atau kelulusan jenjang
tertentu.
Demikian materi tentang GLS yang disampaikan
oleh Mr. Bms. Praktiknya tentu tidak semudah materi yang dituangkan menjadi
tulisan. Namun dengan kemauan, ketekunan dan kerja keras pasti akan berhasil
seperti yang sudah dilaksanakan narasumber di sekolah tepat beliau mengabdi.
BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN
Pertemuan : 29
Hari/Tanggal : Jumat, 22 Juli 2022
Moderator : Rosminiyati
Narasumber : Nani Kusmiyati, S.Pd.,
M.M., CTMP.
Gelombang : 26
Semakin mendekati akhir dari kegiatan
belajar menulis PGRI semakin membuat tersadar bahwa telah banyak ilmu yang
telah dibagikan kepada kami selaku peserta. Berbagai ilmu dari berbagai ahli di
bidangnya. Semoga ilmu yang diperoleh tidak hanya sekedar teori namun berujung
praktik dan berbuah karya sebagaimana peserta terdahulu. Sekaligus menjadi
ladang amal jariyah bagi narasumber yang telah meluangkan waktu dan berbagi
ilmu.
Di pertemuan ke-29, bu Rosminiyati berperan sebagai
pemandu jalannya kegiatan belajar. Beliau lalu mengenalkan narasumber yakni ibu
Nani Kusmiyati, S.Pd.,
M.M., CTMP.
Menurut narasumber di
blog seperti menulis di buku catatan. Berbeda namun memiliki manfaat yang sama yaitu
mengabadikan buah pikiran sendiri maupun pelajaran yang didapatkan dari sumber
lain. Sumber lain itu dapat berupa buku, digital book, pengalaman orang lain
maupun ilmu yang didapatkan dari guru, ketika masih belajar di bangku sekolah
maupun kuliah.
Saat ini blog bukanlah sesuatu yang baru karena hampir
setiap orang mengenal tentang blog. Bahkan bertahun-tahun yang lalu para
penulis juga kaum akademia menggunakan blog untuk mengekspresikan ide,
pengalaman dan ilmu yang di dapatkannya.
Bagi narasumber blog sangat membantu mengingat
kejadian-kejadian yang menarik perhatian baik di masa lampau maupun masak kini.
Masa lampau dengan dibantu dokumentasi berupa foto-foto akan mudah mengemasnya
kembali menjadi sebuah cerita true story.
Sedangkan kejadian di masa kini akan lebih mudah
dituliskan di blog karena ingatan masih fresh untuk mengingatnya. Maka dari itu
narasumber menyarankan jika melihat kejadian yang menarik perhatian, maka
segera tulislah di blog. Ketika hendak menulis, tidak harus menggunakan laptop
atau komputer, namun HP dapat membantu untuk menuliskan poin-point singkat
tentang kejadian atau pengalaman yang menarik untuk diceritakan.
Blog dapat menjadi sarana belajar, terutama belajar menulis.
Bagaimana menyusun kalimat yang benar dan menarik hingga menjadi paragraf demi
paragraf yang memiliki makna. Sebagai guru, blog dapat menjadi salah satu
alternatif di dalam mengajar. Beberapa guru dapat menggunakan google form,
whatsApp atau media lain namun jika media tersebut dapat saling melengkapi akan
lebih bagus.
Blog dapat menjadi suatu pilihan sebagai media
pembelajaran. Demikian pula bagi guru sebagai media pembelajaran untuk diri
sendiri dengan menuliskan inovasi di dalam mengajar baik berupa teknik mengajar
maupun materi ajaran. Walau sebenarnya dapat di simpan di flash disk atau
laptop. Kekurangannya jika laptop atau flasdisk terkena virus maka akan sangat
riskan hilangnya materi ajaran.
Blog adalah salah satu media aman untuk menyimpan materi
pelajaran karena tidak akan terkena virus. Yang terpenting tidak lupa nama blog
dan password-nya. Jika lupa password masih bisa dipulihkan melalui email atau
no Hp. Karena blog bersifat umum atau dapat dibaca orang lain, sebaiknya kita
pandai memilih materi mana yang boleh dibaca orang lain. Jika guru memiliki
soal-soal dan dianggap masih bersifat konfidensial atau rahasia, sebaiknya
jangan disimpan di blog.
Penggunaan blog sebagai sarana pembelajaran adalah salah
satu alat untuk mengajar atau belajar. Gunakanlah media yang dianggap mudah
untuk meningkatkan ilmu dengan berbagi kebaikan dengan murid-murid, sahabat
atau orang lain.
Media yang sulit perlu dipelajari dan ditaklukkan jika
memang media tersebut akan banyak memberikan manfaat. Jika dianggap tidak
memiliki manfaat, sebaiknya ditinggalkan. Selamat mencoba dan have fun dengan
blog.
Senin, 25 Juli 2022
TEKNIK PROMOSI BUKU
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
TEKNIK
PROMOSI BUKU
Pertemuan : 28
Hari/Tanggal : Rabu, 20
Juli 2022
Moderator : Muthmainnah
Narasumber : Akbar Zainudin, M.M., MJW.
Gelombang : 26
“Jangan pernah ragu meniru penulis lain. Setiap seniman
yang tengah mengasah keterampilannya membutuhkan model. Pada akhirnya, Anda
akan menemukan gaya sendiri dan menanggalkan kulit penulis yang Anda
tiru". - William Zinsser
Demikian kutipan motivasi yang dibagikan bu Emut selaku
moderator di pertemuan kali ini. Menurut penulis pribadi, awal memulai kegiatan
menulis memang sangat susah. Ketika hendak menulis masih bingung apa yang akan
ditulis. Bahkan ketika sudah menghadap laptop pun masih kebingungan, tuts huruf
mana yang perlu dipencet terlebih dahulu. Tepat seperti kutian yang dibagikan
di atas, di awal menulis kadang memang perlu model atau contoh, seiring
berjalannya waktu setiap penulis memiliki gaya sendiri.
Narasumber malam ini adalah bapak Akbar
Zainudin, M.M., MJW. Yang di pertemuan sebelumnya disinggung bapak Dail tentang
semangat bersungguh-sungguh. Beliau merupakan seorang trainer dan motivator
nasional, pendiri PT. EMJEWE Training & Coaching serta perusahaan
penerbitan MJW group. Penulis 13 buku motivasi. Buku terbaru beliau adalah The
Power of Man Jadda Wajada. Buku penyempurnaan dari Man Jadda Wajada seri
pertama. Sudah cetakan ke-13 dan beredar sebanyak 55.000 eksemplar.
Di pelatihan belajar menulis PGRI yang
diprakasai Om Jay dan tim hebatnya, tidak hanya mengajarkan bagaimana menulis,
kendala menulis, upgrade skill menulis dan menjaga motivasi tentang menulis.
Jauh daripada itu calon-calon penulis dibekali ilmu editing, proofreading,
menembus percetakan mayor, memiliki kemampuan memilih cover yang menarik bahkan
sampai memasarkan buku yang telah dicetak.
Materi malam ini adalah teknik mempromosikan buku yang akan disampaikan
oleh pakarnya yang telah lama berkecimpung di dunia pemasaran sejak menempuh
pendidikan S2. Materi yang akan disamapaikan malam ini beliau ambil dari buku
beliau yang berjudul UKTUB: Panduan Menulis buku dalam 180 hari.
Berikut rangkuman materi teknik mempromosikan buku
Promosi adalah cara kita memberikan informasi tentang produk kepada
konsumen agar mereka tertarik dan mau membeli produk kita. Promosi buku adalah
cara mengenalkan buku yang dimiliki kepada audiens agar mereka tertarik dan mau
membeli.
Promosi buku itu penting karena sebagus apapun buku yang dicetak kalau
konsumen atau audiens tidak mengetahui produk tersebut, maka mereka tidak akan
tertarik, apalagi mau membeli buku.
Beberapa tujuan dari promosi buku adalah:
- Membuat audiens mengenal (tahu) buku kita.
- Membangkitkan kebutuhan konsumen untuk membeli buku kita.
Bagaimana caranya yang tadinya mereka tidak butuh, tetapi setelah kita
promosikan menjadi butuh.
- Meyakinkan konsumen untuk membeli buku.
- Mengharapkan konsumen agar mau merekomendasikan buku kita
kepada orang lain.
Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa
program promosi yang dapat dilakukan.
LAUNCHING BUKU.
Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga
pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis.
Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu
meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu
menyelenggarakan program launching buku.
Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching
buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya
di toko buku Gramedia.
Sekarang ini program launching buku semakin mudah. Dengan adanya Media
Sosial, kita bisa melakukan program launching buku ini bahkan dari rumah. Bisa
melalui FB, IG, ataupun Youtube.
Buat saja program LAUNCHING BUKU, live di FB, IG, atau Youtube. Undang
kawan-kawan kita. Ajak mereka berpartisipasi. Launching buku kalau perlu setiap
bulan. Kan tidak harus sekali. Bulan ini Launching Pertama, Bulan depan
Launching kedua, ketiga, dan seterusnya. Kalau setiap bulan kita launching buku
kita, setahun kita sudah 12 kali launching buku. Keren, kan?
BEDAH BUKU
Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku
ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan
bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan,
majlis taklim, masjid, dan sebagainya.
Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan
bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi
sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi
direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat
orang mengenal kita.
Sekali lagi, yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online.
Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB,
IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya.
SEMINAR ATAU PELATIHAN
Lakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau saya
bukunya motivasi dan menulis. Maka saya secara berkala menyelenggarakan seminar
dan diklat terkait motivasi dan menulis.
Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena
target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu,
misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah
misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom,
FB, IG, dan sebagainya.
MEMBANGUN KOMUNITAS
Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema
buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku
tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang
menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas
Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa.
Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita
untuk menawarkan mereka dalam membeli buku.
Saya sendiri membangun banyak komunitas, ada komunitas guru, menulis,
santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. Saya
share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali,
sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. Biasanya saya bentuk di WA
Grup. Sesekali seminar melalui Zoom.
MEMBANGUN JARINGAN RESELLER
Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan
buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual.
Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan
materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk
menjual.
Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu
melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu, berbagai produk.
Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual buku.
JUALAN DI MARKETPLACE
Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan
sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi
kita.
Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di
marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.
MEMANFAATKAN MEDSOS
Manfaatkan media sosial (Medsos) untuk promosi buku. Manfaatkan
sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang
buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga
orang semakin paham dengan buku yang kita tulis.
Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru
selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka
merasa ada manfaat menjadi followers kita.
Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca.
Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang
dalam membeli buku.
Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan
buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan,
pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan.
Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan
kita dalam proses menjual buku.
Update status setiap hari. Di WA, IG, FB. Ambil cuplikan dari buku, jadikan
sebagai update status. Lama-lama nanti timbul keingintahuan mereka, yang
akhirnya tertarik untuk membeli.
Itulah tujuh program promosi yang selama ini saya lakukan. Salah satu hal yang
perlu kita perhatikan, terutama kalau kita promosi di Media Sosial adalah
KONSISTENSI dan REPETISI.
Buatlah update status yang KONSISTEN. Kalau misalnya bisanya seminggu
sekali, ya lakukan seminggu sekali. Tetapi terus harus ada setiap minggu. Kalau
bisa 3 hari sekali, lakukan. Akan lebih bagus kalau bisa setiap hari.
Tetapi harus konsisten. Jangan update status kalau lagi rajin. Satu bulan
setiap hari update status. Terus bulan berikutnya tidak pernah update status
lagi. Bagaimana orang mau kenal dengan buku kita. Konsisten dan terus menerus.
Kedua adalah REPETISI. Ulangi lagi, lagi, dan lagi. Kalau kita melihat
iklan di televisi, hampir setiap saat diulangi lagi, dan lagi. Memang begitulah
promosi itu. Terus diulangi lagi dan lagi agar orang itu ingat, menancap kuat.
Akhirnya nanti yang terpikirkan buku kita. Kalau ingin buku motivasi, cari
bukunya Pak Akbar Zainudin. Kalau ingin mengundang buat seminar motivasi dan
menulis, ingatnya Pak Akbar Zainudin. Begitu pada akhirnya.
Jadi, itulah tujuh program promosi yang bisa kita lakukan. Tentu masih
banyak program-program lain yang bisa kita ciptakan. Tergantung kreativitas
kita masing-masing.
Manfaatkan HP kita sebaik-baiknya, secara maksimal. Bolehlah buat WA,
Tiktok, YouTube, dan sebagainya. Nah, kita pikirkan bagaimana agar kita tidak
hanya menjadi pengguna dan penikmat saja, tetapi kita juga bisa buat
konten-konten menarik terkait buku kita. Sehingga HP kita menjadi lebih
produktif.
Sungguh luar biasa tujuh jurus dalam dunia pemasaran yang disampaikan oleh
narasumber. Tujuh trik tersebut merupakan hal dasar dalam ilmu pemasaran. Apapun
produknya, barang maupun jasa dapat menggunakan 7 trik yang telah disampaikan
oleh narasumber. Selain 7 hal tersebut sebelum menutup pertemuan narasumber pun
menambahkan ada tiga skill atau keterampilan yang penting juga untuk dikuasai
yaitu kemampuan berbicara, copywriting dan pemanfaatan teknologi informasi.
Rabu, 20 Juli 2022
MOTIVASI MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
MOTIVASI MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU
Pertemuan :
27
Hari/Tanggal :
Senin, 18 Juli 2022
Moderator :
Arofiah Afifi
Narasumber :
Dail Ma’ruf, M.Pd.
Gelombang :
26
Ibu
Arofiah Afifi atau yang biasa dipanggil bu Ovi membuka kelas dengan kutipan
"Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru
saja memperpanjang umurnya lagi." (Helvy Tiana Rosa). Membaca kutipan
tersebut langsung terasa nyess yang menjalar sampai ke hati. Betapa dahsyatnya
sebuah tulisan, ia akan terkenang abadi walaupun badan terkandung dalam tanah.
Selain
membuka dengan kutipan, moderator pun mampu menebak isi kepala penulis pemula
berkaitan dengan bahasan pertemuan kali ini. Menjadi penulis harus memiliki
motivasi kuat untuk terus menulis agar menjadi penulis produktif. Namun bukan
rahasia umum lagi banyak kendala yanng menghampiri penulis baik penulis pemula
maupun penulis profesional.
Kendala
tersebut di antaranya rasa malas, kehabisan ide, kebuntuan, insecure alias
timbul rasa takut atau khawatir
bacaannya kurang bagus, khawatir tidak ada yang baca, tidak PD, atau bahkan
merasa bosan dengan aktivitas aksara. Kendala atau permasalahan-permasalahan
tersebut harus diminimalisir dan diatasi supaya tidak menjadikan penulis vakum
dan akhirnya berhenti menulis. Malam ini tips-tips melejitkan motvasi serta
semngat menulis dan menerbitkan buku akan dikupas oleh narasumber.
Yang berperan sebagai narasumber malam ini adalah bapak
Dail Ma’ruf, M.Pd. telah menghabiskan waktunya selama 15 tahun menjadi guru di
SMPIT Al-Izzah Serang dan SDIT Al-Azhar Serang. Di tahun ini, 2022 beliau
bersama teman-teman mendirikan sekolah YASSALAM, Yayasan
Semesta Alam Madani di Kota Serang yang telah memulai dengan kelas Bimba CALISTUNG anak usia
3-6 tahun dan Bimbel Pelajaran SD.
Selain berkecimpung di dunia pendidikan beliau pun giat
dalam gerakan literasi. Terbukti telah terbit 50 judul buku antologi dan masih
ada judul yang dalam tahap proses untuk diterbitkan. Tidak hanya buku antologi,
beliau pun memiliki buku solo yang berseri dengan judul Guru
Hebat (Guru
Hebat Bermartabat, Guru Hebat Millenial, Guru Hebat Inspiratif, dan Guru Hebat
Berprestasi).
Wah,
rasanya sudah tidak sabar untuk mendapatkan suntikan motivasi dari beliau. Motivasi
adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu
untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam mootivasi adalah intensitas,
arah dan ketekunan.
Menurut
KBBI intens berarti hebat, bergelora, penuh semangat, berapi-api,
berkobar-kobar. Intensitas berarti keadaaan tingkatan atau ukuran. Intensitas
dalam menulis dapat diartikan tingkatan semangat dalam menulis. Untuk
meningkatkan motivasi dalam menulis agar
semangat menulis selalu terjaga adalah harus intens dan sering dalam
menulis. Seperti tagline Om Jay Menulislah Setiap hari dan buktikan apa yang
terjadi.
Menulis
supaya teratur harus tahu arah. Dalam KBBI arah berarti jurusan, maksud,
tujuan. Dengan memiliki tujuan menjadi
penulis maka tetapkan hati untuk melakukan aktivitas menulis.
Syarat
ketiga untuk menumbuhkan motivasi menulis adalah ketekunan. Ketekunan yang
berasal dari kata tekun yang berarti keras hati dan bersungguh-sungguh. Seperti
mahfudhot yang terkenal daalam novel Negeri 5 Menara karya Ahamd Fuadi, Man
Jadda Wajada yang artinya barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan
berhasil. Termasuk dalam hal menjadi penulis dan menerbitkan buku, jika
dilakukan dengan sungguh-sungguh maka akan berhasil mewujudkannya.
- Bergabung dengan komunitas menulis
- Menulislah di akun yang dibaca banyak orang seperti kompasiana, media cetak, media sosial dsb.
- Jadikan menulis sebagai passion
- Jadikan menulis sebagai healing
Alasan penulis harus menerbitkan buku:
- Buku adalah mahkota bagi penulisnya
- Bukan ulama, bukan anak raja dan bukan anak orang kaya
- Mendapatkan pahala jariyah
- Menjadi abadi walaupun jasad telah tiada
- Setiap tulisan akan menemukan takdirnya
- Setiap buku akan menemukan pembacanya
- Merasakan bahagia dengan menulis
- Naik kelas dengan menulis
- Mendapatkan riziki dari menulis
Sehebat apapun kata motivasi, motivasi yang paling kuat adalah motivasi dalam diri sendiri. Begitu
juga dengan motivator terbaik adalah diri sendiri. Karena yang membuat diri
bergerak untuk menulis, menjadi penulis dan menerbitkan buku bukan orang lain,
melainkan diri sendiri.
Senin, 18 Juli 2022
MEMBUAT COVER BUKU YANG MENARIK
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
MEMBUAT COVER BUKU YANG MENARIK
Pertemuan : 26
Hari/Tanggal : Jumat, 15 Juli 2022
Moderator
: Helwiyah
Narasumber : Fajar Tri Laksono
Gelombang : 26
Membuat cover
buku yang menarik dari judul materi saja sudah menarik. Wah ternyata selain
menuangkan ide atau gagasan menjadi sebuah tulisan, pelatihan belajar pun
dibekali untuk membuat cover yang menarik. Meskipun ada ungkapan Don't judge
a book by its cover yang artinya jangan menilai buku dari sampulnya namun
cover yang menarik nyatanya sangat berpengaruh terhadap minat pembaca untuk membaca
buku. Oleh sebab itu menjadi penulis buku sudah selayaknya memiliki pengetahuan
tentang cover buku yang menarik.
Pertemuan kali ini sungguh berbeda dari pertemuan
sebelumnya, yang selalu via WA grup. Kali ini Pelatihan Belajar Menulis
dilaksanakan dengan via zoom dikarenakan materi malam ini tentang cover buku
(gambar) supaya lebih mudah dipahami serta tidak memenuhi memori hp dipilihah media
pembelajaran melalui zoom.
Kegiatan belajar malam ini dipandu oleh ibu Helwiyah dan
narasumber bapak Fajar Tri Laksono. Narasumber merupakan guru di SD Pembangunan
Jaya 2 Sidoarjo. Pria kelahiran 1981 ini memiliki ketertarikan terhadap gambar
sejak duduk di Taman Kanak-Kanak, namun demikian pengetahuan dan pelajaran umum
tidak tertinggal. Terbukti dengan banyaknya prestasi yang telah diraih sebagai
juara 1 berbagai kategori di antaranya
Gebyar Sains nasional, Inovasi Pembelajaran Guru SD tingkat nasional, Lomba
Kreativitas Guru (LKG), Guru Berprestasi Tingkat Jawa Timur, Presenter terbaik Seminar
Nasional Kemendikbud Lomba Teknologi Tepat Guna BPMPKB Sidoarjo, masuk dalam 28
Tokoh Pemuda Inspiratif Sidoarjo 2017 dan 2018, Lomba Apresiasi Tutor Inovatif
Tingkat Nasional, meraih Netherlands Awards 2018 dan segudang prestasi lainnya yang tidak
dapat diketikkan satu persatu.
Narasumber memotivasi bahwa setiap orang memiliki kelebihan,
terima kelebihan itu dan terus asah, lejitkan supaya berprestasi dan bermanfaat
untuk orang banyak. Dalam hal ini narasumber memiliki kelebihan dalam
menggambar yang akhirnya mahir dalam menggunakan software coreldraw sehingga menjadi
expert atau ahli dalam desain flyer dan cover buku.
Bagaimana
cara membuat cover yang menarik?
Untuk mengahasilkan karya yang menarik harus melalui proses
kreatif dan inovatif. Buatlah yang berbeda dari yang biasanya. Untuk mendesain
yang kemudian diikutsertakan dalam lomba sebaiknya hindari aplikasi edit yang
menyiapkan template. Template-template yang disediakan itu memiliki banyak
kemungkinan akan digunakan oleh orang lain, sehingga desain template tersebut
tidak dianggap original dan berbeda.
Kriteria Cover buku:
-
Menggambarkan isi buku
-
Komposisi antara gambar, judul dan warna menyatu padu
-
Pemilihan font dan warnanya harus serasi
Unsur Cover buku:
- Adanya identitas buku pada punggung buku
- Memiliki sinopsis (ringkasan isi) di sisi bagian
belakang
- Menyertakan desain gambar yang menarik
- Mencantumkan nama penulis
- Mencantumkan nama penerbit
- Memiliki kalimat penjelas judul yang mudah dipahami dan
singkat
- Mencantumkan judul pada cover buku
Langkah membuat cover
-
Menentukan ukuran buku
-
Siapkan beberapa aplikasi
digital untuk membuat cover
-
Mulai membuat cover buku
sesuai dengan tema dan alur cerita. Jika
sudah selesai dilakukan proses penyuntingan oleh tim editor penulis, apakah
penulis setuju dengan cover yang dibuat.
-
Setelah proses penyuntingan
selesai, cover buku diserahkan untuk dicetak
dengan isi buku atau cerita.
Keterampilan tidak
didapatkan secara instan harus dipelajari dengan komitmen dan ketekunan. Perlu banyak
jam untuk berlatih sehingga menjadi ahli atau expert dalam bidang keterampilan.
Keterampilan apapun baik menulis, menyunting, mendesain cover dan ilustrasi. Pelajari
semuanya dengan begitu kita akan memeiliki pengetahuan, tekuni satu bidang maka
kita akan menjadi ahli.
SOAL ULANGAN HARIAN TEMATIK KELAS 1
Kerjakan soal berikut ini! Memuat…
-
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI KOMITMEN MENULIS DI BLOG Pertemuan : 8 Hari/tanggal : Jumat, 3 Juni 2022 ...
-
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI ANATOMI BUKU Pertemuan : 16 Hari/tanggal : Rabu, 22 Juni 2022 Moderator : Arofiah Afifi Narasumbe...
-
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH Pertemuan : 11 Hari/tanggal : Jumat, 10 Juni 2022 Moderator ...







