Minggu, 12 Juni 2022

KASIH IBU SEPANJANG MASA?




Singkat cerita, penulis merupakan guru ASN P3K yang bulan April 2022 kemarin baru saja menerima SK. Menjadi ASN di usia 30-an membuat penulis melalang buana, berwisata ke masa lalu. Jika tak salah ingat, penulis pernah bergumam (ucapan adalah doa) dalam hati “Kalau memang ada takdirnya menjadi abdi negara, semoga Allah zinkan di usia 30-an”.

Hal yang melatar belakangi tersebut adalah anggapan orang tua (ibu) penulis, bahwa beum dianggap sukses jika belum menjadi abdi negara. Urip iku sawang sinawang kata orang Jawa, yang berarti apa yang tampak indah dan mudah belum tentu sesuai seperti yang dilihat. Namun  mamak demikian penulis memanggil, tetap beranggapan bahwa dengan menjadi abdi negara hidup lebih terjamin hingga masa tua dibanding menjadi tenaga honorer. Anggapan seperti ini dikarenakan pengalaman yang terjadi di sekitar. Kakak tertua dari bapak adalah seorang ASN, oleh karena itu mampu menyekolahkan anak-anaknya dengan baik. Sedangkan bapak yang tidak menyelesaikan studi S1 menyekolahkan anak-ananya dengan perjuangan yang lebih berat dibanding kaka tertua yang seorang ASN.

Pada awalnya penulis sama sekali tidak ada minat untuk menjadi ASN. Bagi penulis pangkat dan status sosial bukan hal yang utama. Menjadi guru yang terpenting adalah ikhlas mendidik dan menjadikan ilmu yag telah didapat menjadi bermanfaat.

Namun terkadang terngiang-ngiang ucapan atau keinginan mamak yang ingin melihat anaknya menjadi ASN. Sehingga muncullah ucapan dalam hati tersebut. Dan kini di usia menjelang 32 ternyata Allah sungguh mengabulkannya. Ucapan yang hanya diucapkan dalam hati tanpa menengadahkan tangan, benar-benar telah Allah bayar dengan cara yang indah. Sebagai bukti bahwa ucapan adalah doa.

Hari ini, Ahad 12 Juni 2022 baru saja selesai acara tasyakuran yang dilaksanakan oleh kedua oarng tua. Padahal penulis telah bernazar jika lolos P3K maka gaji bulan pertama akan penulis berikan untuk kedua orang tua. Namun ternyata uang tersebut dkembalikan untuk anak dalam wujud tasyakuran kecil-kecilan dengan mengundang keluarga dan tetangga.




Kasih sayang orang tua sepanjang masa, tak lekang oleh waktu. Setua apapun seorang anak, dia tetap anak kecil di mata kedua orang tua. Di usia dewasa begini, masih mendapat wujud perhatian dan cinta orang tua membuat penulis merasa haru dan malu. Mengingat ketika masih anak-anak seperti tidak memahami cinta orang tua, sering membantah, berdebat dan bertengkar. Namun kini setelah merasakan menjadi orang tua membuat sadar bahwa adanya orang tua adalah rizki terbesar bagi anak.

Setiap kali kemudahan yang diterima anak, bisa jadi Allah sedang mengabulkan doa orang tuanya

Semoga Allah memberikan balasan kebaikan untuk seluruh orang tua, diberi kebahagiaan di usia senja, terhindar dari api neraka dan kekal di dalam surga.



1 komentar:

SOAL ULANGAN HARIAN TEMATIK KELAS 1

Kerjakan soal berikut ini! Memuat…